Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Ukraina, Marta Kostyuk melenggang kee semifinal Madrid Open musim 2026 dan menambah panjang daftar kemenangan beruntun di turnamen clay-court.
Sungguh memuaskan ketika seorang petenis mendekati potensi maksimalnya. Itu adalah contoh nyata dari petenis berkebangsaan Ukraina yang mengnatongi sepuluh kemenangan beruntun dan tampil gemilan di turnamen WTA level 1000, Madrid Open, seorang wanita yang benar-benar berubah dibandingkan masa lalu.
Dan para penggemar tenis mengingat masa lalu tersebut, awal mula juara di Rouen musim 2026 kalah dalam pertandingan karena tidak mampu mengendalikan emosinya. Kini, ia berusia 23 tahun, cukup dewasa untuk matang dan menghadapi turnamen dari sudut pandang yang berbeda.
Di Madrid Open, ia berhasil mencapai semifinal, di mana ia akan menghadapi Anastasia Potapova dalam pertandingan yang akan berlangsung sengit. Dengan kepercayaan diri setelah memenangkan sepuluh pertandingan terakhir yang dilakoninya, penggemar tenis akan melihat apakah ia mampu melangkah lebih jauh dan mencapai final terpenting sebagai petenis profesional.
"Saya mencoba menjalani semua ini hari demi hari. Sejujurnya, saya masih tidak percaya bisa lolos ke semifinal turnamen ini. Saya hanya menganggapnya sebagai pertandingan biasa. Pada akhirnya, turnamen seperti ini memang terasa panjang, jadi saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, saya hanya menikmati bermain tenis,” papar Kostyuk.
Ia lalu menjelaskan kunci penting untuk bisa mengatasi emosi di lapangan dengan lebih baik.
“Bertambahnya usia sangat membantu, meskipun saya sudah menjalani terapi selama bertahun-tahun. Saya selalu ingin mengubah sudut pandang saya tentang tenis. Bagi saya, tenis selalu sangat emosional, saya menghabiskan banyak energi, semuanya sangat penting bagi saya,” tutur Kostyuk.
“Kemenangan atau kekalahan, itu tidak masalah, sulit untuk hidup dengan gempuran emosi itu, jadi terapi membantu saya untuk menggali hal-hal yang tidak nyaman. Ini jalan yang sulit, tetapi saya selalu ingin berada di dalam lapangan seperti yang saya inginkan dan tidak ingin berada seperti yang saya inginkan.”
“Saya ingat ketika saya mencapai final di San Diego, bahkan turnamen itu pun merupakan bencana bagi saya secara mental, itu menghancurkan saya dari dalam, saya tidak ingin menang dengan cara itu. Bertahun-tahun ini, saya telah mencoba mengubah narasi itu dalam pikiran saya, mengurangi keterikatan emosional itu. Sekarang, menang atau kalah, yang saya lakukan adalah terus bekerja untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan petenis yang lebih baik."
Sementara jelang semifinal Madrid Open melawan Potapova yang kini bertanding di bawah bendera Austria, petenis berkebangsaan Ukraina telah menegaskan bahwa ia tidak akan berjabat tangan dengannya setelah pertandingan berakhir.
“Satu-satunya orang yang saya ajak berjabat tangan adalah Daria Kasatkina karena ia tidak hanya mengganti paspornya, tetapi juga secara terbuka mengatakan bahwa ia tidak mendukung perang dan hal-hal semacam itu. Karena itulah saya dan gadis-gadis lain memutuskan untuk tidak berjabat tangan, semata-mata karena rasa hormat,” tukas Kostyuk.
“Dalam hal ini, ada petenis lain yang mengganti kewarganegaraan mereka, tetapi tidak satu pun dari mereka yang secara terbuka menyatakan penentangan terhadap perang, mereka tidak mengatakan apa pun untuk mendukung rakyat Ukraina. Jadi, bagi saya, itu tidak berubah."
Artikel Tag: madrid open, marta kostyuk, anastasia potapova
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alasan-marta-kostyuk-tak-akan-jabat-tangan-dengan-anastasia-potapova


















































