BNPB: Stok Makanan untuk Korban Banjir Sumut Aman 1 Minggu ke Depan

9 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan tim gabungan terus berupaya menyuplai kebutuhan para korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Sumut sendiri, stok pangan diperkirakan masih cukup hingga satu pekan mendatang.

"Logistik untuk Sumatra Utara saat ini kami punya tiga buffer stock, di Bandara Soewondo, Bandara Silangit dan di Bandara Pinangsori," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana yang ditayangkan secara daring, Minggu (30/11).

"Per hari ini kami laporkan untuk logistik makanan kebutuhan dasar masyarakat terdampak kalau satu minggu ke depan kami masih tersedia," tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharyanto menjelaskan pihaknya masih terkendala akses untuk memasok bantuan ke beberapa wilayah. Wilayah yang masih terisolir sendiri diberi bantuan menggunakan jalur udara dengan mengerahkan 6 helikopter dan satu pesawat Cessna.

Ia mengatakan logistik sudah mulai terdistribusi, meski masih dalam jumlah terbatas. Proses distribusi, katanya, dilakukan terus menerus untuk bisa mengakomodir masyarakat terdampak yang jumlahnya sangat banyak.

Suharyanto mengatakan saat ini dua KRI juga sudah bertolak dari Jakarta menuju Sibolga untuk memenuhi kebutuhan logistik korban banjir.

"Mungkin masyarakat hanya melihat satu helikopter menurunkan sekitar 900 kilogram, sehingga apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang banyak terlihat masih sedikit," katanya.

"Tapi kalau nanti KRI sudah bisa masuk, mudah-mudahan lebih kondusif lagi. Jika hari ini berangkat, berarti kira-kira besok KRI sudah sampai di Sibolga," tambahnya.

Sementara itu, bantuan logistik untuk korban bencana di Aceh dikumpulkan di Bandara Sultan Iskandar Muda. Suharyanto menyebut pihaknya juga akan membuka titik distribusi baru di Bandara Lhokseumawe.

Kebutuhan logistik menjadi salah satu masalah yang dialami korban banjir Sumatra, khususnya mereka yang berada di wilayah yang masih terisolir.

Masalah logistik ini salah satunya disampaikan warga Kabupaten Gayo Luwes bernama Prayogi Sugiarto. Ia mengaku bertahan dengan stok bahan pokok di rumah dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, yang kemungkinan hanya cukup untuk 2 sampai 3 hari mendatang.

"Untuk sekarang kami masih bergantung kepada stok yang disiapkan di rumah dan yang diberikan Pemkab, dan itu pun terbatas. Dan menurut saya, stok yang tersedia kemungkinan cuma bertahan 2 hingga 3 hari ke depan," katanya dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia, Minggu (30/11).

Prayogi mengatakan wilayah Kabupaten Gayo Lues saat ini masih terisolir dan akses jalan putus total. Beberapa wilayah yang sangat terisolir di antaranya kecamatan Pinding, Putri Betung, dan Tripe Jaya.

Selain akses, ia mengatakan listrik wilayahnya padam karena tidak ada pasokan BBM untuk kebutuhan genset. Sementara itu, jaringan internet putus total dan kebutuhan komunikasi mengandalkan jaringan internet satelit Starlink yang perangkatnya dipasok oleh Pemkab.

Ia juga mengklaim bantuan ke wilayahnya belum ada yang masuk selain dari Pemkab.

"Jaringan internet putus total, hanya mengandalkan Starlink yang disediakan Pemkab, itu juga sangat terbatas. Listrik padam karena pasokan BBM yang tidak bisa masuk. Bantuan belum ada yang masuk ke Gayo Lues, baik darat maupun udara," tuturnya.

Prayogi yang tengah berada di salah satu pengungsian mengatakan belum ada kejelasan kapan bantuan akan datang ke wilayahnya.

Pasokan bantuan ke wilayah tersebut, katanya, mengalami kesulitan karena akses darat terputus, baik jalan utama maupun jalur alternatif.

"Untuk bantuan belum jelas kapan adanya. Tapi bantuan dari Pemkab Gayo Lues sudah disalurkan, namun terbatas karena jalur darat akses jalan ke Gayo Lues terputus sehingga bahan pokok tidak bisa masuk ke Gayo Lues. Jalan utama, jalan alternatif juga terputus," terangnya.

(lom/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|