Medan, CNN Indonesia --
Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menyatakan tim SAR gabungan tetap melakukan pencarian terhadap 59 orang hilang dalam bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumut.
Masa tanggap darurat bencana di Sumut sudah berakhir sejak 31 Desember. Bobby telah menetapkan fase transisi pemulihan untuk tiga bulan ke depan.
"Pasti (dilakukan pencarian korban hilang), masa transisi tadi saya sampaikan," kata Bobby, Jumat (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobby menjelaskan saat tanggap darurat fokus penggunaan anggaran diarahkan pada upaya penyelamatan jiwa, pencarian korban, penanganan darurat, serta pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga terdampak.
"Pada saat tanggap darurat itu dana yang kita miliki, dana yang kita fokuskan adalah untuk penanggulangan korban, pencarian, penyelamatan, kebutuhan logistik, yang memang difokuskan untuk keselamatan jiwa kurang lebih seperti itu," ujarnya.
Memasuki masa transisi, kata Bobby, pemerintah daerah mulai memperluas intervensi penanganan pascabencana. Selain pencarian korban yang masih berlangsung, perhatian juga diarahkan pada pemulihan rumah warga, pemulihan ekonomi masyarakat, serta sektor pertanian yang terdampak bencana.
"Di masa transisi ini artinya pasca bencananya, yang tadi rumahnya, habis itu kebutuhan ekonominya, area pertaniannya, ini kita sudah bisa intervensi masuk menggunakan dana, kemarin belum," katanya.
Bobby menegaskan berakhirnya status tanggap darurat bencana bukan berarti menghentikan pencarian korban. Masa transisi, kata dia, menjadi fase di mana penanganan darurat dan pemulihan berjalan bersamaan.
"Ini artinya, yang berikutnya adalah bukan berarti pencarian korban juga dihentikan, tidak. Namanya area transisi. Transisi ini kan sebagian masih ada yang bekerja tanggap darurat, sebagian sudah masuk area untuk pemulihan," ujarnya.
Bencana banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kabupaten kota di Sumut sejak 24 hingga 26 November 2025. Kemudian Bobby menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumut pada 27 November-10 Desember 2025.
Lalu status tersebut diperpanjang pada 11-24 Desember 2025. Dan diperpanjang kembali pada 24- 31 Desember 2025 dengan pertimbangan dampak bencana yang luas dan kondisi korban yang belum sepenuhnya bisa dibiarkan berjuang sendiri pascabencana.
Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Sumut per 1 Januari 2026, tercatat 366 orang meninggal dunia dan 60 orang lainnya masih hilang. Bencana tersebut menyebabkan 1.803.549 jiwa terdampak di 19 kabupaten/kota, dengan 14.430 jiwa yang mengungsi.
Korban meninggal dunia tersebar di beberapa kabupaten/kota terdampak, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 127 orang meninggal dunia dan 37 orang hilang.
Kemudian Tapanuli Selatan sebanyak 89 orang meninggal dunia dan 20 hilang. Sibolga 55 orang meninggal dunia dan korban hilang sudah ditemukan semua. Lalu di Tapanuli Utara 36 meninggal dan hilang 2 orang. Humbang Hasundutan 10 orang meninggal dan 1 orang hilang.
(fra/fnr/fra)

2 hours ago
1
















































