Bukan Bakat, Shi Yuqi Ungkap Kerja Keras Membangun Karir Bulu Tangkisnya

3 hours ago 8

Ligaolahraga.com -

BEIJING: Bintang bulu tangkis Tiongkok, Shi Yuqi, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah menganggap dirinya sebagai pemain yang berbakat secara alami, dan mengatakan bahwa perjalanannya menuju puncak bulu tangkis dunia lebih dibangun atas dasar disiplin, konsistensi, dan kerja keras selama bertahun-tahun daripada bakat murni.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan media Tiongkok, mantan petenis peringkat 1 dunia itu menceritakan perjalanan pribadinya, perjuangannya dengan rasa percaya diri, dan tantangan mental yang dihadapinya setelah Olimpiade Paris.

“Saya Tidak Pernah Memiliki Bakat Alami”
Shi Yuqi mengakui bahwa selama masa juniornya, ia jarang dianggap sebagai salah satu pemain berbakat yang menonjol di bulu tangkis Tiongkok.

“Ketika saya masih muda, saya biasanya finis di urutan ketiga atau keempat. Bahkan setelah bergabung dengan tim nasional, saya tidak pernah merasa termasuk di antara pemain-pemain berbakat alami terbaik,” katanya.

Alih-alih mengandalkan bakat luar biasa, Shi menjelaskan bahwa kemajuannya datang melalui latihan terus-menerus dan ketekunan selama bertahun-tahun.

“Lebih dari sekadar bakat, yang membuat saya berhasil adalah usaha yang konsisten dan komitmen jangka panjang terhadap latihan,” tambahnya.

Peringkat No. 1 Dunia Membawa Motivasi, Bukan Tekanan
Shi Yuqi juga berbicara tentang pencapaian peringkat No. 1 dunia, mengatakan bahwa prestasi tersebut membawa dorongan semangat daripada tekanan tambahan.

Menurut pemain bulu tangkis Tiongkok itu, peringkat terutama mencerminkan konsistensi dan poin yang terkumpul, bukan kesenjangan besar dalam kemampuan bermain yang sebenarnya.

“Dalam dunia bulu tangkis saat ini, level permainan di antara 50 pemain terbaik dunia sangatlah berdekatan,” jelas Shi.

“Banyak hal bergantung pada performa dan kepercayaan diri selama pertandingan itu sendiri.”

Dia mencatat bahwa selama periode ketika performanya stabil, dia mampu secara konsisten mengumpulkan poin peringkat, yang pada akhirnya membantunya naik ke puncak.

Masa Sulit Setelah Olimpiade Paris
Terlepas dari kesuksesannya, Shi Yuqi mengakui bahwa ia melewati salah satu fase tersulit dalam kariernya setelah Olimpiade Paris.

Kekalahan yang sering terjadi dan performa yang tidak konsisten sangat memengaruhi kepercayaan dirinya, dan ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk pensiun.

“Saya masih ingin bermain, tetapi saya tidak memiliki keinginan yang sama kuatnya untuk menang,” katanya.

Bintang bulu tangkis Tiongkok itu mengakui bahwa mentalitasnya selama pertandingan menjadi tidak stabil, yang secara langsung berdampak pada penampilannya di lapangan.

Kekuatan Mental Sangat Penting dalam Bulu Tangkis Modern
Shi menekankan bahwa kestabilan mental telah menjadi salah satu faktor terpenting dalam bulu tangkis tingkat elite.

Ia percaya bahwa rasa gugup dan tekanan emosional dapat mencegah pemain untuk sepenuhnya mengekspresikan kemampuan teknis mereka selama kompetisi.

“Kondisi psikologis Anda sering kali menentukan bagaimana Anda tampil di lapangan,” jelasnya.

“Saat kamu terlalu tegang, kamu tidak bisa menunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya.”

Shi Yuqi Mengatakan Dia Telah Menjadi Pribadi yang Lebih Dewasa
Setelah mengalami tahun-tahun penuh kemenangan, cedera, kritik, dan kemunduran, Shi Yuqi percaya bahwa ia telah berubah secara signifikan baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi.

Dia mengakui bahwa di awal karirnya, dia terkadang bisa terlalu emosional atau ekstrem dalam menghadapi situasi.

Namun, saat ini ia menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang lebih tenang, lebih sabar, dan lebih kuat secara mental.

Kedewasaan itu, katanya, kini memengaruhi caranya menangani tekanan, pengambilan keputusan, dan situasi taktis selama pertandingan.

Performa Kuat Berlanjut di Tahun 2026
Shi Yuqi baru-baru ini memainkan peran kunci dalam membantu China meraih gelar Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark.

Dia meraih kemenangan penting sepanjang turnamen, termasuk kemenangan atas Anders Antonsen dan Christo Popov di babak gugur.

Penampilannya sekali lagi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain tunggal putra paling konsisten di bulu tangkis internasional.

Kesimpulan
Kisah Shi Yuqi mencerminkan realitas yang dihadapi banyak atlet elit di balik layar — kesuksesan sering kali dibangun bukan hanya berdasarkan bakat alami, tetapi lebih pada disiplin, ketahanan, dan kemampuan untuk bangkit dari kemunduran.

Seiring persaingan di bulu tangkis dunia terus menjadi lebih seimbang dan sulit diprediksi, Shi percaya bahwa kekuatan mental dan konsistensi jangka panjang akan tetap menjadi faktor pembeda sejati di level tertinggi.

Berita bulu tangkis terbaru ini memberikan pandangan yang langka dan jujur ​​​​tentang pola pikir salah satu bintang bulu tangkis terkemuka Tiongkok.

Artikel Tag: tiongkok, shi yuqi, christo popov, olimpiade paris

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/bukan-bakat-shi-yuqi-ungkap-kerja-keras-membangun-karir-bulu-tangkisnya

Read Entire Article
International | Politik|