Ligaolahraga.com -
Berita Tinju - Evander Holyfield memiliki daftar pencapaian yang membuatnya layak disebut sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah tinju kelas berat. Namun, ketika diminta membayangkan pertarungan melawan Oleksandr Usyk di masa terbaiknya, Holyfield justru mengakui bahwa duel tersebut mungkin akan sangat sulit.
Holyfield mengawali karier profesionalnya di kelas penjelajah dan berhasil menjadi juara dunia tak terbantahkan di divisi tersebut. Ia kemudian naik ke kelas berat dan kembali mencapai status undisputed.
Sebelum Usyk mengulangi pencapaian tersebut pada 2024, Holyfield merupakan satu satunya petinju yang pernah menjadi juara tak terbantahkan di kelas penjelajah sekaligus kelas berat pada era empat sabuk.
Karier Holyfield di kelas berat juga dipenuhi kemenangan atas sejumlah nama besar. Ia pernah mengalahkan Mike Tyson, Riddick Bowe dan George Foreman, serta menghadapi Larry Holmes dalam rangkaian pertarungan yang memperkuat statusnya sebagai legenda.
Holyfield bahkan masih tercatat sebagai satu satunya petinju yang berhasil menjadi juara dunia kelas berat sebanyak empat kali. Namun, menurutnya, gaya bertarung Usyk dapat menciptakan persoalan yang berbeda.
Dalam wawancara dengan Boxing Social, Holyfield menjelaskan bahwa lawan yang paling sulit baginya justru bukan petinju agresif, melainkan mereka yang tidak memberikan tekanan dengan cara yang sama.
“Mungkin akan sulit bagi saya untuk mengalahkannya. Petinju yang biasanya bisa saya hadapi dengan baik adalah mereka yang seperti seorang pengganggu, petarung yang agresif. Saya sangat nyaman menghadapi petinju agresif.”
“Kalau ingin mengetahui siapa yang bisa menyulitkan seorang petinju, cari seseorang yang memiliki gaya berbeda darinya. Petarung yang tidak agresif justru biasanya lebih sulit bagi saya.”
Pernyataan tersebut cocok dengan gaya Usyk yang dikenal mengandalkan pergerakan kaki, kecerdasan membaca pertarungan dan kemampuan mengontrol jarak. Petinju Ukraina itu telah membuktikan kualitasnya setelah naik dari kelas penjelajah ke kelas berat.
Usyk berhasil mengalahkan Tyson Fury, Anthony Joshua dan Daniel Dubois, masing masing sebanyak dua kali. Ia juga menjadi juara tak terbantahkan kelas berat dua kali setelah merebut kembali seluruh sabuk utama dengan kemenangan atas Dubois.
Kini, karier Usyk mulai memasuki tahap akhir. Setelah penampilan yang dinilai kurang meyakinkan ketika menghadapi bintang kickboxing Rico Verhoeven, Usyk menyatakan hanya akan menjalani satu pertarungan lagi sebelum pensiun.
Dengan perjalanan karier yang hampir selesai, pertanyaan menariknya adalah siapa lawan terakhir Usyk. Namun, jika melihat penilaian Evander Holyfield, satu hal sudah jelas, gaya bertarung Usyk mungkin menjadi ujian yang sangat berbeda bahkan bagi seorang legenda sekelas The Real Deal.
Artikel Tag: mike tyson, evander holyfield, oleksandr usyk, heavyweight
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/bukan-mike-tyson-evander-holyfield-justru-waspadai-oleksandr-usyk

















































