Jakarta, CNN Indonesia --
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman meminta uang THR kepada tiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan target setoran Rp750 juta.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan awalnya Syamsul bernama Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dan sejumlah asisten Kabupaten Cilacap membahas jumlah kebutuhan THR eksternal sebesar Rp 515 juta.
"Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, SUM, FER, dan BUD (asisten Kabupaten Cilacap) meminta sejumlah uang dari tiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan 'target setoran' mencapai Rp750 juta," kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep menjelaskan, permintaan uang THR tersebut menyasar pada 25 perangkat daerah, dua rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 20 Puskesmas.
"Pada awalnya setiap satuan kerja (satker) ditarget untuk bisa menyetor uang Rp75 juta-Rp100 juta. Meskipun pada realisasinya setoran yang diterima beragam mulai dari Rp3 juta hingga Rp100 juta per perangkat daerah," ungkapnya.
Adapun, besaran setoran dari setiap perangkat daerah diatur berdasarkan pertimbangan FER.
Jika perangkat daerah tidak dapat menyanggupi besaran yang telah ditentukan, mereka diharuskan melapor kepada FER untuk menjadi pertimbangan dan diturunkan dari target sesuai kesepakatan.
"Kemudian, SAD turut memberikan perintah kepada SUM, FER, dan BUD, untuk mengkomunikasikan dan mengkoordinir permintaan uang dari AUL terkait kebutuhan THR untuk pribadi dan eksternal tersebut, harus terkumpul sebelum masa libur lebaran 2026, yaitu tanggal 13 Maret 2026," katanya.
Lanjut Asep, jika belum melakukan penyetoran, perangkat daerah akan ditagih oleh SUM, FER, BUD sesuai ruang lingkup wilayahnya dibantu oleh Kepala Satpol PP dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap.
"Dalam periode 9-13 Maret 2025, sebanyak 23 perangkat daerah Kabupaten Cilacap telah menyetorkan permintaan Bupati yang dikumpulkan melalui FER dengan total mencapai Rp610 juta. Adapun uang setoran tersebut akan diserahkan FER kepada SAD selaku Sekda Cilacap," paparnya
KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan mengamankan 27 orang termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Sisanya terdiri dari penyelenggara negara, ASN, dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swasta.
(thr/isn)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
7
















































