Cilegon, CNN Indonesia --
Sejumlah pemudik di Pelabuhan Ciwandan, Banten, mengaku terpaksa membeli tiket melalui calo karena kesulitan melakukan pembayaran tiket melalui aplikasi yang tersedia.
Salah seorang pemudik asal Bitung, Tangerang, David mengaku membeli tiket seharga Rp90 ribu. Padahal jika melalui jalur resmi, harga tiket hanya sebesar Rp45 ribu.
David punya pengalaman kesusahan membayar via aplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beli Rp90 ribu. Pernah beli sekali susah bayarnya," kata David di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, Senin (15/3) malam kemarin.
David mengaku tahu bahwa harga di calo lebih mahal dari pada membeli melalui aplikasi yang ada. Ia memilih tetap membeli di calo karena tidak mau ribet. Saat membeli di calo, ia diminta menyerahkan KTP.
"Iya beli di calo dari pada ribet," ujarnya.
Mengutip detik.com, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo sebelumnya mengatakan akan menindak calo tiket di Pelabuhan Merak maupun Ciwandan, Banten. Dia pun meminta penumpang tak membeli tiket dari calo.
"Kepada masyarakat sekali lagi kami mengimbau agar membeli tiket secara online secara mandiri dan jangan melalui perantara," kata Heru di Pelabuhan Merak, Senin
Heru menegaskan ASDP telah membangun sistem pembelian online selama enam tahun. Menurutnya masyarakat seharusnya sudah mengetahui sistem tersebut.
"Tiket online ini sudah kita lakukan sejak tahun 2020. Artinya ini sudah berjalan 6 tahun. Masyarakat mestinya sudah mengetahui bahwa tiket kami dijual secara online dari 6 tahun yang lalu," katanya.
(yoa/kid)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1

















































