Ligaolahraga.com -
Berita Bundesliga: Dalam laga debut Daniel Thioune sebagai pelatih Werder Bremen, harapan untuk menghindari degradasi kembali diuji dalam pertandingan Bundesliga. Tim Bremen, yang sempat berjaya, kini kembali menghadapi ancaman degradasi untuk kedua kalinya dalam lima tahun terakhir.
Thioune yang baru diangkat sebagai pelatih pilihan ketiga, menggantikan eks pelatih Hamburg SV, mencoba menghadapi tantangan berat ini meski berbekal pengalaman yang belum pernah menangani klub Bundesliga. Sebagai pelatih yang dikenal tenang dan penuh teladan, Thioune mungkin lebih cocok jika Werder punya waktu lebih banyak—sesuatu yang jelas tidak mereka miliki saat ini.
Dalam pertandingan tersebut, Thioune memilih untuk tidak mengubah formasi yang sebelumnya dirancang oleh Horst Steffen, yang menggunakan pola ultra-defensif 3-3-2-2 setelah kegagalan formasi lain di awal musim. Hanya satu pergantian pemain dilakukan, dengan Keke Topp menggantikan Samuel Mbangula di starting lineup.
Pertandingan melawan Freiburg dimulai dengan semangat ketika Justin Njinmah nyaris mencetak gol spektakuler. Sayangnya, setelah ditahan oleh kiper Freiburg, Noah Atubolu, semangat tim Bremen mulai meredup dan mereka hanya mampu melancarkan serangan jarak jauh sepanjang sisa pertandingan. Hasil akhir pertandingan menunjukkan xG (expected goals) hanya 0,97, menandakan lemahnya ketajaman lini depan.
Meskipun skuad Bremen memiliki banyak pemain pendukung di lini serang kedua seperti Jens Stage dan Samuel Mbangula, absennya pencetak gol berkualitas memang menjadi kendala utama. Thioune dihadapkan pada dilema siapa yang dapat menjadi andalan di garis depan; keputusan-keputusan transfer lampau tentu akan dipertanyakan.
Dari sisi cedera, kembalinya Felix Agu dan Yukinari Sugawara di posisi wingback memberikan sedikit harapan. Kendati demikian, itu belum cukup untuk menyelesaikan masalah kurangnya pemain penyelesai di kotak penalti. Kehadiran Leonardo Bittencourt dapat memperkuat lini tengah, tetapi Thioune tetap membutuhkan strategi yang lebih agresif.
Melihat jadwal ke depan, meskipun pertandingan berikutnya melawan Bayern Munich akan sangat menantang, ada harapan dalam beberapa laga selanjutnya melawan St. Pauli, Heidenheim, dan lainnya. Sebelumnya, Bremen berhasil meraih 11 poin dari rangkaian yang sama di paruh pertama musim, namun apakah itu cukup untuk bertahan di Bundesliga masih menjadi tanda tanya besar.
Untuk memastikan posisi aman di liga, Bremen minimal membutuhkan 35 poin. Namun, saat ini mereka baru mengumpulkan 30 poin setelah 27 pertandingan — mengingatkan kita pada nasib serupa di musim 2020/21 di bawah asuhan Florian Kohfeldt yang berakhir dengan degradasi.
Thioune jelas membutuhkan kemenangan untuk mengubah dinamika tim dan menyelamatkan mereka dari jurang degradasi. Laga berikutnya akan sangat krusial untuk menentukan nasib mereka di Bundesliga musim ini.
Artikel Tag: bayern munich, werder bremen, daniel thioune
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/daniel-thioune-hadapi-tantangan-berat-di-werder-bremen


















































