Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP - Francesco Bagnaia disebut menolak tawaran bernilai fantastis dari Yamaha dan lebih memilih bergabung dengan Aprilia karena diyakini masih memiliki peluang lebih besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar.
Keputusan Francesco Bagnaia meninggalkan Ducati pada akhir musim 2026 masih menjadi perbincangan hangat di paddock MotoGP. Setelah Ducati memilih merekrut Pedro Acosta untuk era regulasi baru, Bagnaia akhirnya memutuskan melanjutkan karier bersama Aprilia hingga musim 2030.
Sebelum kesepakatan dengan Aprilia tercapai, nama Bagnaia sebenarnya lebih dulu santer dikaitkan dengan Yamaha. Pabrikan asal Jepang itu dikabarkan menjadikan juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 tersebut sebagai target utama untuk memimpin proyek baru mereka pada regulasi 2027.
Namun Bagnaia justru menolak tawaran tersebut meski nilainya disebut jauh lebih besar dibanding kontrak yang akhirnya ia terima dari Aprilia.
Mantan agen pebalap MotoGP, Carlo Pernat, menilai keputusan itu menunjukkan bahwa Bagnaia masih memiliki ambisi besar untuk kembali menjadi juara, bukan sekadar mengejar nilai kontrak.
Dalam wawancara di kanal YouTube Angelo Daniele, Pernat mengaku menghormati pilihan kompatriotnya tersebut.
"Saya ingin memberi apresiasi kepada Bagnaia. Di tengah situasi yang kacau ini, ada pebalap yang memilih proyek untuk menang dan ada juga yang memilih karena uang," ujar Pernat.
Menurutnya, Yamaha sempat menawarkan kontrak bernilai sekitar 5,5 juta euro per musim kepada Bagnaia. Namun, pebalap asal Italia itu memilih menerima bayaran yang lebih rendah dari Aprilia dengan tambahan bonus berbasis performa.
"Dia menolak tawaran besar Yamaha dan memilih Aprilia dengan nilai sekitar setengahnya ditambah bonus. Saya rasa itu keputusan yang luar biasa," katanya.
Pernat meyakini alasan utama Francesco Bagnaia adalah keinginannya untuk kembali membuktikan kemampuan setelah berpisah dengan Ducati. Ia percaya Aprilia memiliki potensi lebih besar untuk bersaing dibanding Yamaha, terutama menjelang diberlakukannya regulasi baru MotoGP pada 2027.
"Dia memilih motor yang menurutnya bisa membawanya kembali menang. Dia ingin membalas Ducati dan Marc Marquez. Itu sudah sangat jelas. Jika memilih Yamaha, saya rasa dia tidak akan mencapai apa pun," ujar Pernat.
MotoGP memang akan memasuki era baru pada 2027 dengan penggunaan mesin 850cc, pembatasan aerodinamika, penghapusan perangkat ride height serta pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli. Perubahan besar tersebut membuat kekuatan masing-masing pabrikan masih sulit diprediksi.
Meski demikian, sejumlah laporan dari paddock menyebut proyek Yamaha masih membutuhkan waktu untuk berkembang. Bahkan, ada anggapan motor baru mereka baru akan benar-benar kompetitif pada 2028.
Kini, semua mata tertuju pada Bagnaia dan Aprilia. Jika mampu kembali menjadi penantang gelar bersama tim asal Noale, keputusan meninggalkan Ducati dan menolak tawaran besar Yamaha bisa dikenang sebagai salah satu langkah paling berani dalam kariernya.
Artikel Tag: ducati, yamaha, aprilia, francesco bagnaia
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/francesco-bagnaia-tolak-gaji-besar-yamaha-demi-balas-ducati-bersama-aprilia


















































