Ligaolahraga.com -
Berita Tinju - Karier Gervonta Davis dalam beberapa tahun terakhir terganggu oleh minimnya aktivitas di atas ring. Petinju asal Baltimore tersebut hanya bertanding satu kali sejak Juni 2024, ketika menghadapi Lamont Roach Jr dalam duel mempertahankan gelar WBA kelas ringan.
Pertarungan yang berlangsung pada Maret 2025 tersebut berakhir dengan hasil imbang mayoritas. Davis sempat terjatuh pada ronde kesembilan, tetapi tetap mempertahankan rekor tidak terkalahkan dan sabuk WBA kelas ringan.
Setelah pertarungan tersebut, Davis justru harus menghadapi berbagai persoalan di luar ring. Kondisi tersebut membuatnya kembali menghabiskan waktu cukup lama tanpa bertanding.
Situasi itu juga berdampak pada status gelarnya. WBA kemudian menempatkan Davis sebagai champion in recess, sementara Floyd Schofield dan Lucas Bahdi akan bertarung memperebutkan gelar kelas ringan yang sebelumnya berada di tangan Davis.
Kini, pertanyaan terbesar adalah langkah Davis setelah kembali. Ia bisa menggunakan status champion in recess untuk menghadapi pemenang Schofield dan Bahdi demi merebut kembali takhta kelas ringan. Pilihan lainnya adalah naik ke kelas ringan super dan kembali menghadapi Isaac Cruz, lawan yang pernah dikalahkannya melalui keputusan juri pada 2021.
Namun, Kenny Ellis tampaknya tidak melihat Gervonta Davis akan mengambil opsi tersebut. Pelatih Davis itu mengatakan anak asuhnya masih terlalu kecil untuk bersaing secara permanen di kelas ringan super.
Ellis mengingatkan kembali ketika Davis naik ke kelas 140 pound untuk menghadapi Mario Barrios. Setelah pertarungan tersebut, Davis sendiri mengakui bahwa dirinya ingin kembali ke kelas ringan karena merasa bukan petinju yang ideal untuk bertarung di kelas tersebut.
"Kalau kembali melihat pertarungan Tank melawan Barrios di 140 pound, dia mengatakan setelah pertandingan bahwa dirinya akan turun lagi. Dia tahu tubuhnya kecil. Bukan karena takut dengan kelas itu, tetapi dia sadar bahwa ukuran tubuhnya tidak cukup besar untuk kelas ringan super," ujar Ellis.
Pernyataan tersebut memperkuat kemungkinan Davis tetap berada di kelas ringan ketika kembali bertanding.
Mengenai waktunya, Ellis memberikan indikasi bahwa comeback Davis bisa terjadi pada awal 2027. Menurutnya, Davis masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan sebelum benar benar kembali berlatih penuh.
"Sepertinya Tank akan kembali pada awal tahun baru. Dia masih harus menyelesaikan beberapa urusan di pihaknya, tetapi setelah itu dia akan kembali ke gym," kata Ellis.
Jika tetap di kelas ringan, pertarungan melawan pemenang Schofield dan Bahdi menjadi jalur paling logis bagi Davis untuk kembali mengejar gelar WBA. Duel melawan Vasyl Lomachenko juga berpotensi kembali menjadi pilihan, meski realisasi pertarungan tersebut masih bergantung pada kondisi karier kedua petinju.
Setelah lebih dari satu tahun tidak bertanding, kembalinya Gervonta Davis akan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan di kelas ringan. Tantangan utamanya bukan hanya merebut kembali gelar, tetapi juga membuktikan bahwa dirinya masih berada di level elite setelah periode panjang tanpa aktivitas.
Artikel Tag: wba, kelas ringan, gervonta davis, kelas ringan super, isaac cruz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/gervonta-davis-bersiap-untuk-comeback-tetap-bertahan-di-kelas-ringan


















































