Kelebihan Kecepatan Puncak KTM Hilang di MotoGP

9 hours ago 6

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP: Musim MotoGP 2026 telah memberikan banyak pelajaran bagi tim KTM, terutama dalam hal kecepatan puncak. Pedro Acosta mengamati bahwa KTM mengalami penurunan kecepatan dibandingkan dengan para pesaingnya dalam tiga seri pembukaan musim ini. Dengan adanya pembekuan mesin yang telah disepakati oleh para produsen sebelum regulasi teknis baru, tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan pada unit tenaga selama musim dingin untuk meningkatkan performa mesin. Namun, pengembangan masih mungkin dilakukan di bidang lain seperti intake udara, elektronik, perangkat ketinggian berkendara, dan aerodinamika yang turut mempengaruhi kecepatan di lintasan lurus.

Di Thailand, motor KTM yang dikendarai Enea Bastianini mencatatkan kecepatan puncak 342,8 km/jam. Sementara itu, para pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, masing-masing mencapai 345,0 km/jam, dan Ducati mengungguli dengan kecepatan 341,7 km/jam melalui juara bertahan Marc Marquez. Di Brasil, Ducati mencatat kecepatan tertinggi 348,3 km/jam dengan Marquez, sedangkan Aprilia mencapai 346,1 km/jam melalui Bezzecchi. KTM, dengan Acosta, mencatatkan kecepatan 342,8 km/jam. Di Austin, Aprilia kembali menjadi tolok ukur dengan Bezzecchi mencatat 353,9 km/jam, sementara Ducati dengan Fabio di Giannantonio mencapai 352,7 km/jam, dan KTM tertinggal dengan kecepatan puncak Acosta sebesar 349,2 km/jam.

Kendati data ini dicatat dalam sesi yang berbeda dan tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara langsung akibat pengaruh slipstream, tren yang jelas dapat diidentifikasi bahwa KTM tertinggal dalam kecepatan lurus. RC16, motor andalan KTM, menunjukkan peningkatan dalam performa menikung, namun hal ini berdampak pada penurunan kecepatan di lintasan lurus. Acosta mengungkapkan bahwa saat ini kecepatan bukanlah keunggulan KTM, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, meski motor bekerja lebih baik di tikungan daripada tahun lalu.

Brad Binder, rekan setim Acosta, menegaskan bahwa perubahan dalam paket aerodinamika dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menikung motor. Meskipun motor kini lebih baik dalam hal tikungan dan pengereman, kecepatan puncak yang menurun menjadi tantangan tersendiri. Penurunan kecepatan ini terlihat jelas dalam pertarungan Acosta dengan Marquez di Thailand, di mana Ducati mampu melewati KTM di lintasan lurus.

Pertanyaan yang muncul adalah apakah KTM benar-benar mengalami penurunan kecepatan atau justru para pesaing yang mengalami peningkatan signifikan. Maverick Vinales dari Tech3 mengungkapkan bahwa mungkin para kompetitor yang mengalami peningkatan. Meski begitu, KTM tetap memulai musim 2026 dengan kuat. Dipimpin oleh Acosta, KTM berhasil memenangkan balapan sprint di Buriram dan meraih podium di Grand Prix Thailand dan Amerika Serikat. Setelah tiga akhir pekan balapan, KTM menempati posisi ketiga dalam klasemen konstruktor, hanya terpaut empat poin dari Ducati.

Artikel Tag: marc marquez, ducati, pedro acosta

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/kelebihan-kecepatan-puncak-ktm-hilang-di-motogp

Read Entire Article
International | Politik|