Ligaolahraga.com -
Direktur pelatihan tunggal putra nasional, Kenneth Jonassen, menyerukan perubahan besar dalam pola pikir, performa, dan standar pelatihan jika para pemain tunggal putra ingin mengikuti tuntutan permainan modern.
Pemain bulu tangkis Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia ( BAM ), Leong Jun Hao (peringkat 25 dunia) dan Justin Hoh (peringkat 44), kesulitan sepanjang turnamen, sementara pemain andalan independen Lee Zii Jia, yang berada di peringkat 82, tetap tak terkalahkan di Horsens, Denmark.
Malaysia tersingkir dari Piala Thomas 2026 di perempat final setelah kalah 3-0 dari China pada hari Jumat.
"Kepercayaan diri selama kejuaraan ini sebenarnya tidak pernah terbangun. Kami menghancurkan diri sendiri dengan penampilan yang buruk," kata Jonassen kepada BAM TV.
"Kita tidak unggul dalam hal apa pun dan perlu mengevaluasi kembali cara kita berpikir, bermain, dan berlatih."
"Sangat sulit untuk mencapai level tertinggi di nomor tunggal putra. Saya membutuhkan pemain yang bersedia mengembangkan diri secara pribadi dan benar-benar memahami permainan ini."
"Para pelatih tidak bisa melakukannya sendiri. Para pemain harus siap menantang diri mereka sendiri dan melewati fase-fase yang tidak nyaman, meskipun terasa terlalu sulit dalam jangka pendek."
Kenneth Jonassen memperingatkan bahwa bulu tangkis modern adalah ujian ketahanan, bukan lari cepat.
"Permainan modern bukanlah lari cepat, melainkan perlombaan ketahanan. Anda tidak bisa berlari cepat sepanjang jalan," katanya.
"Anda harus memahami kekuatan dan kelemahan Anda, menunjukkan kesabaran, dan meningkatkan kemampuan taktis... bagaimana lawan memancing Anda dan mengejutkan Anda."
"Keunggulan lima atau enam poin bisa lenyap dengan cepat jika Anda kurang kekuatan taktis dan kesabaran. Kelemahan akan terungkap."
Leong Jun Hao, yang kalah dalam ketiga pertandingannya, dan Justin, yang hanya berhasil meraih satu kemenangan dari empat pertandingan, menggarisbawahi kekhawatiran Jonassen tentang standar departemen tunggal putra BAM saat ini.
Kenneth Jonassen, bersama dengan pelatih Tey Seu Bock dan K. Yogendran, kini menghadapi tugas besar untuk membalikkan keadaan — dengan pertanyaan yang masih menggantung tentang apakah para pemain akan merespons setelah kekalahan di Piala Thomas.
Artikel Tag: leong jun hao, lee zii jia, justin hoh, kenneth jonassen, piala thomas 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/kenneth-jonassen-kecam-para-pemain-tunggal-gagal-bersaing-di-piala-thomas


















































