Ormas Madas Cabut Laporan Terhadap Wakil Walkot Surabaya Armuji

1 day ago 8

Surabaya, CNN Indonesia --

Perselisihan antara Organisasi Masyarakat (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) dengan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, resmi berakhir.

Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini melalui jalur damai. Sebelumnya, Madas sempat melaporkan Armuji ke kepolisian dengan tuduhan hoaks terkait kasus pengusiran nenek Elina Widjajanti (80) dari rumahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum DPP Madas, Moh Taufik, menyatakan seluruh laporan terhadap Armuji, baik yang dilayangkan ke Polda Jawa Timur maupun aduan ke DPRD Surabaya, akan segera dicabut.

"Iya, segera semua akan klir. Ini juga klir dan Alhamdulillah kita saling memaafkan satu sama lain," kata Taufik usai mediasi di Universitas dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/1).

Lebih lanjut, perdamaian ini juga berdampak pada laporan-laporan terhadap beberapa akun media sosial yang sebelumnya turut diperkarakan. Taufik menyatakan pencabutan laporan tersebut akan terjadi secara otomatis.

"Ya itu otomatis lah. Otomatis lah," ucapnya.

Taufik mengatakan, fokus utama pihaknya saat ini adalah menjaga suasana Kota Surabaya agar tetap kondusif tanpa adanya isu-isu yang mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.

"Jadi kuncinya itu adalah Surabaya harus kondusif. Jadi, tidak ada lagi penggorengan isu begini-begini dan kami juga itikad baik tadi untuk berkolaborasi seperti ini. Untuk berkolaborasi menunjukkan betulkah perdamaian itu, maka kita saling memberikan kerja sama yang baik," ucap Taufik.

Taufik mengungkapkan, akar permasalahan ini bermula dari informasi yang kurang akurat tentang ada pelaku yang mengenakan atribut Madas saat peristiwa pengusiran Nenek Elina Widjajanti (80), dari rumahnya.

Setelah diklarifikasi, Armuji pun mengakui adanya kekhilafan dalam situasi tersebut.

"Itu klir, dan sudah beliau tadi juga mengiyakan dari semua itu ada kekhilafan," sambungnya.

Sebelumnya pada Senin (5/1), Madas resmi melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, ke Polda Jawa Timur, atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks melalui akun media sosial milik Armuji, yakni @CakJ1 di Instagram, TikTok, dan YouTube.

Laporan itu sudah diterima Polda Jatim dan teregistrasi dengan Nomor: LP/B/10/I/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.

Saat menyampaikan laporan ke Polda Jatim, Taufik mengatakan Armuji diduga sudah menyebut nama Ormas Madas dalam video sidaknya di rumah Nenek Elina, lansia yang diusir dan rumahnya dirobohkan.

Mereka menegaskan, pernyataan Armuji dalam video sidak yang diunggah pada 24 Desember 2025 itu tidak akurat. Sebab Armuji diduga mencatut nama Madas. Padahal kata Taufik tidak ada atribut atau keterlibatan resmi ormasnya dalam insiden tersebut.

"Sidak itu ada perkataan yang disampaikan oleh Wakil Kota Surabaya mengatakan [pengusir Nenek Elina] pakai baju Madas. Kita tahu beredar silakan kawan-kawan bisa share, tidak ada baju Madas ataupun atribut Madas apapun yang dipakai," ucapnya.

Kini perselisihan hukum itu sudah berakhir. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) sepakat berdamai. Dia juga menyampaikan permohonan maaf.

"Sekali lagi saya mohon maaf apabila saya khilaf menyebut ada logo Madas di bajunya [pelaku pengusiran nenek Elina," kata Armuji usai pertemuan.

(frd/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|