Pemuda hingga Balita di Mamuju Keracunan Usai Konsumsi Daging Anjing

4 hours ago 5

Makassar, CNN Indonesia --

Sejumlah warga Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dilaporkan mengalami keracunan makanan usai menyantap daging anjing. Tujuh orang yang diduga keracunan daging anjing yakni pemuda hingga balita dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Tujuh warga yang terdiri dari remaja dan balita dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi daging anjing mengalami muntah, rasa panas di dada dan perut, serta sakit kepala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para korban yaitu satu pemuda berusia 23 tahun, empat remaja usia 11-14 tahun, satu bocah usia 8 tahun, dan satu bayi berusia 2 tahun," kata Kapolsek Kalumpang Ipda Lukman Rahman dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Kejadian itu terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Minggu (29/3), bermula seorang petani, inisial JS (30) melihat anjing peliharaan warga yang sedang muntah-muntah.

"JS mengambil anjing itu lalu dipotong dan dimasaknya, meski anjing itu sempat muntah-muntah," ungkapnya.

Setelah daging anjing itu dimasak, kemudian sejumlah warga menyantap. Namun, dua orang yang telah makan daging tersebut mulai merasakan mual dan muntah.

"Diduga kondisi kesehatan lima orang mengalami keracunan daging makin lemas dan memburuk, sehingga dievakuasi ke Puskesmas Karama," jelasnya.

Setelah ketujuh warga mengalami keracunan daging anjing tersebut, warga kemudian melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. Polisi pun lalu melakukan penyelidikan.

"Pendapat pelapor bahwa dugaan sementara anjing yang dipotong kemudian dikonsumsi merupakan anjing yang mengalami keracunan atau memakan racun tikus, karena sebelum dipotong anjing itu sempat terlihat muntah-muntah," katanya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, kata Lukman bahwa memakan daging anjing merupakan hal lumrah oleh sebagian warga Desa Karama dan baru kali ini ada yang mengalami keracunan.

"Saat ini, para korban masih menjalani perawatan medis setelah memakan daging anjing tersebut," katanya.

Peringatan Kemenkes hingga DPR

Sementara itu, mengutip dari detik.com, Kemenkes hingga DPR turut merespons perihal keracunan konsumsi daging anjing di Mamuju itu.

"Berhati-hati dalam konsumsi hewan yang menjadi vektor penyakit zoonosis seperti rabies, salah satunya anjing," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Aji meminta masyarakat memastikan pilih hewan yang akan dikonsumsi dalam kondisi sehat.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengimbau masyarakat tak makan daging nonkonsumsi, termasuk anjing dan kucing.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi hewan nonkonsumsi seperti anjing dan kucing. Selain alasan etika dan kesejahteraan hewan, yang tidak kalah penting adalah risiko kesehatan masyarakat," kata Charles kepada wartawan, Selasa kemarin, dikutip dari detik.com.

"Konsumsi daging anjing berpotensi menyebarkan penyakit, termasuk rabies, yang merupakan penyakit mematikan," tuturnya.

Charles prihatin atas kasus yang menimpa warga di Mamuju tersebut. Menurutnya itu merupakan peringatan serius bahwa konsumsi hewan yang bukan untuk pangan memiliki risiko kesehatan. 

Dia mengatakan peristiwa di Mamuju itu menunjukkan aspek keamanan pangan di masyarakat masih perlu diperkuat, khususnya terkait sumber dan jenis daging yang dikonsumsi.

"Saat ini, DPR juga tengah membahas regulasi yang akan melarang perdagangan hewan nonkonsumsi, termasuk anjing dan kucing. Ini penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi masyarakat," ucap Charles.

Charles juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret, salah satunya seperti yang telah dilakukan di DKI Jakarta.

"Kami juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret. Beberapa daerah seperti DKI Jakarta telah lebih dulu mengeluarkan aturan yang melarang perdagangan dan konsumsi daging anjing dan kucing," ujarnya.

"Kami berharap daerah lain dapat mengikuti langkah ini demi melindungi kesehatan masyarakat," lanjut Charles.

(mir/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|