Medan, CNN Indonesia --
Di tengah riuh kedatangan ratusan jemaah calon haji Kloter 1 di Asrama Haji Medan, sosok Asniah Daulay tampak berjalan pelan, namun pasti.
Usianya telah 82 tahun, menjadikannya jemaah tertua yang berangkat pada gelombang pertama menuju Tanah Suci tahun ini.
Langkahnya memang tak lagi secepat dulu. Namun, wajahnya menyimpan cerita panjang tentang kesabaran dan harapan untuk menjalankan rukun Islam yang kelima. Asniah bukanlah sosok dengan latar belakang ekonomi mapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari-hari, ia bekerja sebagai petani di kebun pisang di kawasan Kebun Lada, Kota Binjai. Dari hasil kebun itulah, Asniah menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya. Butuh waktu 19 tahun hingga tabungannya cukup untuk mendaftar haji.
"Saya menabung selama 19 tahun dari hasil kebun pisang. Saya sisihkan sedikit-sedikit, yang penting jangan pernah putus niat. Alhamdulillah saya bisa berangkat tahun ini," ujar Asniah pelan saat ditemui di gedung penerimaan jemaah, Selasa (21/4).
Perjalanan itu belum selesai saat ia berhasil mendaftar. Seperti jutaan calon jemaah lainnya di Indonesia, Asniah harus menunggu giliran. Sembilan tahun lamanya ia menanti kepastian keberangkatan. Penantian panjang yang akhirnya terjawab di tahun ini.
"Setelah mendaftar, saya harus bersabar melewati masa tunggu selama 9 tahun. Saya sempat kepikiran apa masih sempat berangkat ya. Usia makin tua, tenaga makin berkurang. Tapi saya selalu berdoa, 'Ya Allah, panggil saya sebelum saya tidak kuat lagi," ucap Asniah terbata bata.
Di Tanah Suci nanti, Asniah mengaku tak meminta banyak. Doanya sederhana, ia hanya ingin keluarganya sehat dan bahagia.
"Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Ini bukan karena saya kuat, tapi karena Allah kasih jalan. Hari ini saya berangkat bersama keponakan. Doa saya di sana nanti, semoga keluarga selalu bahagia dan sehat selalu," urai Asniah lagi
Dalam kesempatan itu, Ketua PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus mengatakan sebanyak 360 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 01 Embarkasi Medan resmi memasuki Asrama Haji Medan pada Selasa (21/4/2026), sebagai tahapan awal sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
"Dari total 360 jemaah, sebanyak 223 orang berasal dari Binjai dan 131 dari Medan. Jemaah didominasi perempuan sebanyak 212 orang, dan laki-laki berjumlah 148 orang. Mereka didampingi enam petugas yang terdiri dari TPHI, TPIHI, tenaga medis, dan Petugas Haji Daerah (PHD). Kloter ini juga terbagi dalam sembilan rombongan yang masing-masing dipimpin oleh seorang ketua rombongan (karom)," jelasnya.
Zulkifli menambahkan salah satu tahapan penting yang langsung dilakukan setibanya di Asrama Haji yakni pembagian Kartu Nusuk, yakni identitas digital yang menjadi akses utama jemaah selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Pembagian diawali kepada ketua regu, kemudian didistribusikan kepada seluruh anggota.
"Kartu Nusuk merupakan dokumen paling krusial dalam pelaksanaan haji tahun ini. Kartu Nusuk ini adalah akses resmi jemaah selama berada di Makkah, Madinah, dan Armuzna. Jangan sampai rusak, hilang, atau digunakan orang lain. Bahkan, tidak boleh difoto sembarangan karena barcode di dalamnya sangat penting," tegasnya.
Zulkifli juga menyampaikan pemerintah terus melakukan perbaikan layanan haji setiap tahunnya. Dengan hadirnya Kementerian Haji dan Umrah sebagai penyelenggara utama tahun ini, diharapkan tata kelola haji menjadi lebih terintegrasi dan profesional.
"Selain pembagian kartu, jemaah diingatkan untuk tetap waspada terhadap barang bawaan di tengah suasana yang padat, serta menjaga kondisi fisik dengan baik. Mereka diminta memanfaatkan waktu istirahat sebelum menjalani tahapan lanjutan," ungkapnya.
Selanjutnya, seluruh jemaah akan menjalani rangkaian persiapan akhir di Asrama Haji Medan sebelum diberangkatkan pada Rabu (22/4) menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Kualanamu. Jemaah tidak lagi diberangkatkan melalui terminal kargo, melainkan langsung melalui terminal internasional Gate 12 dengan fasilitas garbarata.
"Ini merupakan peningkatan layanan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada jemaah. Tahun ini, jemaah diberangkatkan langsung melalui terminal internasional dengan fasilitas garbarata," tambah Zulkifli.
(isn)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2















































