Pisah dengan Polymarket, Lazio Ungkap Regulasi Sponsor Sepak Bola Italia

4 hours ago 12

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Italia: Lazio kembali menjadi sorotan setelah hubungan kerjasamanya dengan platform prediksi Polymarket berakhir lebih cepat dari yang direncanakan. Kesepakatan yang diumumkan pada April 2026 ini seharusnya berjalan hingga Juni 2028, dengan opsi perpanjangan ke 2029, namun sayangnya tidak bertahan satu musim penuh. Hal ini terjadi setelah Polymarket masuk dalam daftar hitam oleh Badan Bea dan Monopoli Italia (ADM), yang menganggapnya sebagai operator perjudian tidak sah.

Keputusan ADM untuk memblokir akses Polymarket di seluruh negeri, yang pertama kali dilakukan pada November 2025, kemudian diikuti dengan pemblokiran kedua pada Juli 2026 setelah banding mendesak Polymarket ditolak oleh Pengadilan Administratif Regional Italia (TAR). Langkah ini memaksa Lazio untuk menghapus branding Polymarket dari situs webnya dan kaos yang dijual di toko online mereka, serta memulai proses penghentian formal kerjasama tersebut.

Kesepakatan ini sebenarnya sudah berada di atas tanah yang goyah sejak awal, mengingat adanya Dekrit Martabat Italia yang melarang iklan perjudian dan taruhan di seluruh cabang olahraga sejak Januari 2019. Polymarket berargumen bahwa mereka seharusnya diklasifikasikan sebagai pasar prediksi, bukan operator taruhan, namun pandangan ini tidak diterima oleh pengadilan Italia, dan ADM tetap menggolongkannya sebagai bagian dari regulasi perjudian.

Meskipun banyak operator berlisensi menghadapi larangan serupa, klub-klub Italia telah menemukan cara untuk tetap menggandeng sponsor melalui kemitraan "infotainment". Misalnya, Inter Milan bekerja sama dengan Betsson.sport, cabang konten dari operator taruhan Betsson. Entitas ini menyediakan wawasan dan sorotan pertandingan daripada promosi taruhan, sehingga secara teknis berada di luar larangan.

Serie A telah berupaya untuk membatalkan dekrit ini sejak 2025, mengklaim kehilangan pendapatan sponsor hingga lebih dari €100 juta per tahun. Namun, hingga pertengahan 2026, larangan tersebut masih berlaku. Upaya Polymarket untuk menghindarinya dengan label "kecerdasan penggemar" mengikuti logika yang sama dengan kesepakatan infotainment, hanya saja tanpa lisensi yang memungkinkan kesepakatan tersebut bertahan dari pengawasan.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Italia. Liga-liga sepak bola di Eropa, termasuk Premier League dan liga Belgia, juga mulai membatasi peran sponsor perjudian. Langkah ini mencerminkan tren menuju pengurangan eksposur merek perjudian dalam sepak bola, meskipun larangan penuh seperti di Italia masih jarang ditemukan.

Dalam konteks ini, kegagalan kesepakatan Lazio dan Polymarket tidak lagi terlihat sebagai perselisihan satu kali, melainkan hasil yang dapat diprediksi dari posisi regulasi Italia yang ketat. Operator taruhan, berlisensi atau tidak, tidak dapat dengan mudah menemukan jalan ke kaos Serie A, dan Polymarket gagal dalam upayanya.

Artikel Tag: lazio

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/pisah-dengan-polymarket-lazio-ungkap-regulasi-sponsor-sepak-bola-italia

Read Entire Article
International | Politik|