Ligaolahraga.com -
Berita Golf - Scottie Scheffler datang ke Royal Birkdale sebagai juara bertahan The Open sekaligus pegolf nomor satu dunia. Namun, menjelang dimulainya turnamen mayor terakhir musim ini, perhatian justru tertuju pada pandangannya mengenai makna kemenangan dan motivasi yang membuatnya terus tampil di level tertinggi.
Dalam sesi konferensi pers, Scheffler mengaku tidak ingin kembali membahas panjang lebar pernyataannya pada tahun lalu yang sempat viral. Saat itu, ucapannya mengenai arti kemenangan dianggap sebagian orang sebagai bentuk ketidakpuasan meski baru saja meraih gelar mayor.
Menurut Scheffler, inti dari pernyataannya bukanlah mempertanyakan nilai sebuah kemenangan, melainkan pentingnya memahami alasan mengapa seseorang terus berjuang.
"Intinya adalah terus mencari alasan mengapa saya melakukan semua ini. Mengapa saya ingin memenangkan turnamen ini, mengapa saya memilih golf sebagai profesi. Saat saya benar benar memahami alasan itu, di situlah saya merasa paling tenang," ujar Scheffler.
Pegolf berusia 30 tahun tersebut menegaskan dirinya tetap menikmati persaingan di level tertinggi. Justru sensasi menghadapi tekanan sebelum pertandingan menjadi salah satu hal yang paling akan ia rindukan ketika pensiun nanti.
"Saat nanti pensiun, yang paling saya rindukan mungkin adalah bangun pagi dengan perut terasa tidak nyaman karena begitu antusias menghadapi pertandingan hari itu," katanya.
Scheffler juga mengakui bahwa menjadi pegolf terbaik dunia menghadirkan tantangan yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Sorotan publik, media, hingga kamera yang selalu mengikuti setiap langkah membuat kehidupan seorang atlet elite jauh lebih melelahkan dibanding sebelumnya.
"Tekanan sekarang berbeda. Hampir semua hal direkam. Ketika seseorang menyapa, sering kali mereka juga langsung mengarahkan kamera. Rasanya seperti harus selalu berhati hati, dan itu bisa sangat menguras energi," ungkapnya.
Meski demikian, Scheffler memastikan antusiasmenya tidak berkurang. Ia justru menikmati tantangan bermain di Royal Birkdale yang diperkirakan menghadirkan kondisi lapangan sangat kering, cepat, dan dipengaruhi angin khas links course.
Sepanjang musim ini, performa Scheffler sebenarnya tetap konsisten meski tidak sedominan musim sebelumnya. Ia beberapa kali finis di papan atas, termasuk menjadi runner up dalam sejumlah turnamen besar, tetapi juga mengalami kegagalan lolos cut untuk pertama kalinya dalam empat tahun saat tampil di Genesis Scottish Open pekan lalu.
Bagi Scheffler, hasil tersebut tidak mengubah tujuannya. Ia percaya perjalanan seorang atlet bukan hanya tentang mengumpulkan trofi, melainkan terus menikmati proses mengejar performa terbaik.
"Seperti yang saya katakan tahun lalu, hati manusia tidak pernah benar benar merasa puas. Kita selalu ingin lebih. Namun justru di situlah letak keseruannya, terus mengejar sesuatu yang lebih baik," tutur Scheffler.
Dengan motivasi tersebut, Scottie Scheffler berharap mampu mempertahankan Claret Jug sekaligus menambah koleksi gelar mayornya di Royal Birkdale.
Artikel Tag: pga tour, the open championship, royal birkdale, scottie scheffler
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/scottie-scheffler-ungkap-alasan-tak-pernah-berhenti-kejar-gelar-juara


















































