Ligaolahraga.com -
Berita Golf - Jenny Shin sukses mengakhiri penantian panjang selama lebih dari 10 tahun setelah menjuarai ISPS HANDA Women's Scottish Open. Kemenangan tersebut menjadi gelar LPGA Tour keduanya sejak terakhir kali naik podium pada Volunteers of America Texas Shootout 2016.
Meski berhasil keluar sebagai juara, perjalanan Shin pada putaran final jauh dari kata mudah. Ia sempat kehilangan ritme permainan dan mencatat tiga bogey beruntun. Namun, pegolf berusia 33 tahun itu mampu bangkit dan mempertahankan keunggulan hingga menutup turnamen dengan kemenangan dua pukulan atas pesaing terdekatnya.
"Saya merasa hampir melakukan semuanya dengan cara yang salah hari ini. Bola masuk bunker, semak, dan saya membuat tiga bogey berturut turut. Saat itu saya sempat berpikir, 'Ke mana arah pertandingan ini?' Untungnya saya tetap bertahan dan sangat bangga dengan hasil akhirnya," ujar Shin.
Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa mengingat perjalanan kariernya yang penuh tantangan. Setelah meraih kemenangan pertamanya pada 2016, performa Shin justru mengalami penurunan. Ia mengaku sempat kehilangan motivasi dan menghabiskan beberapa tahun untuk mencari kembali tujuan dalam karier profesionalnya.
"Saya melalui masa yang sangat sulit. Selama beberapa musim saya benar benar tidak tahu apa tujuan dan motivasi saya bermain golf. Saya banyak mencari jati diri, tetapi saya tidak menyesali proses itu karena banyak pelajaran yang saya dapatkan," katanya.
Menurut Shin, titik balik terbesar datang saat pandemi Covid 19 menghentikan hampir seluruh aktivitas olahraga dunia. Selama berbulan bulan tanpa kompetisi, ia merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa menjadi pegolf profesional.
"Pandemi benar benar mengubah hidup saya. Saya tetap bermain golf setiap hari, tetapi saya sadar betapa saya merindukan kompetisi. Dari situ saya menemukan kembali semangat dan kecintaan terhadap olahraga ini," ungkapnya.
Shin mengakui profesi sebagai pegolf profesional tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga kekuatan mental untuk terus mencintai olahraga yang sangat kompetitif.
"Golf adalah pekerjaan yang sangat sulit. Menjaga rasa cinta terhadap permainan ini jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan banyak orang. Setelah pandemi, target utama saya hanya satu, menang lagi," ujarnya.
Target tersebut akhirnya terwujud di Skotlandia. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi Jenny Shin menjelang AIG Women's Open, turnamen major terakhir musim ini. Dengan kepercayaan diri yang kembali pulih, ia berharap dapat mempertahankan performa terbaiknya dan kembali bersaing memperebutkan gelar di level tertinggi LPGA Tour.
Artikel Tag: lpga, dundonald, golf wanita
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/usai-10-tahun-paceklik-gelar-jenny-shin-menangi-womens-scottish-open


















































