Warga Desa Kawio Sangihe Terisolasi, Rumah Hancur Imbas Gempa Filipina

15 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara terisolasi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin pagi pukul 06.37 WIB.

Sekretaris Desa Kawio, Risto Mandiangan mengatakan banyak rumah warga rusak parah imbas gempa besar tersebut. Menurutnya, mayoritas rumah warga rata dengan tanah.

"Untuk di pulau kami, rusak berat, hancur, tapi tidak ada korban jiwa karena semua pada keluar ke area terbuka, jalanan dan lapangan. Cuma rumah-rumah kami hancur, rata dengan tanah, lalu posisi pulau kami, kampung Kawio ini jauh, di perbatasan dekat dengan Filipina," ujar Risto Mandiangan kepada CNN Indonesia TV, Senin (8/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akses ke ibu kota kabupaten ini harus memakan waktu 1 hari ataupun 1 malam, jauh sekali, karena itu saat ini kami terisolir," imbuhnya.

Risto mengatakan Desa Kawio dihuni oleh 178 Kepala Keluarga (KK) dengan 480 jiwa. Mayoritas adalah sebagai nelayan. Saat ini, seluruhnya sedang berkumpul di area terbuka karena gempa susulan masih terjadi.

"Kami cuma pulau kecil dengan 178 Kepala Keluarga dan 480 jiwa. Gempa susulan masih terjadi. Posisi masyarakat ada di ruang terbuka, ada lapangan kecil sama di jalan kampung," kata dia.

Risto berharap ada bantuan segera yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

"Kami hanya meratapi keadaan sekarang karena tidak bisa berbuat apa-apa. Rumah rata dengan tanah kebanyakan umumnya, dan kami butuh makanan, obat-obatan, pakaian, dan lain-lain. Kami ini di perbatasan, tidak ada akses," ungkap Risto.

"Karena ini jadi berita nasional, kiranya pak presiden bersama pak menteri terkait, pak gubernur, pak bupati, Gubernur Sulawesi Utara, Bupati Kepulauan Sangihe, segera melakukan tindakan atau cepat menangani," lanjutnya.

(ryn/fra)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Politik|