Ligaolahraga.com -
Badan atletik dunia, World Athletics, resmi menolak permohonan sprinter Nigeria Favour Ofili untuk mengganti afiliasi nasionalnya ke Turkiye.
Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis (16/4), setelah panel peninjau menyimpulkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi rekrutmen yang berpotensi merusak integritas kompetisi internasional.
Dalam putusannya, panel menyatakan bahwa permohonan transfer Ofili tidak sejalan dengan regulasi perpindahan kewarganegaraan atlet yang ditetapkan World Athletics.
Permohonan itu dinilai sebagai bagian dari program yang didukung pemerintah Turkiye untuk merekrut atlet elite dari berbagai negara demi memperkuat tim nasional menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Favour Ofili, 23 tahun, merupakan salah satu sprinter terbaik Afrika.
Ia memegang rekor nasional Nigeria nomor 200 meter dengan waktu 21,96 detik, yang dicatat saat berkarier di level perguruan tinggi bersama Louisiana State University.
Ia juga menjadi atlet putri pertama NCAA yang menembus batas 22 detik di nomor tersebut.
Di level internasional, Ofili finis keenam pada final 200 meter di Olimpiade Paris 2024 serta memegang rekor dunia nomor 150 meter dengan catatan 15,85 detik yang dibuat di Atlanta pada Mei 2025.
Permohonan perpindahan Ofili diajukan oleh Federasi Atletik Turkiye pada Juli 2025, sebagai bagian dari paket 11 atlet dari berbagai negara, termasuk Jamaika, Kenya, dan Rusia.
Panel menemukan bahwa seluruh pengajuan tersebut merupakan bagian dari strategi terkoordinasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Turkiye melalui klub milik pemerintah, IGSK.
Program tersebut dinilai bertujuan “membeli” jasa atlet internasional guna membentuk tim nasional kompetitif dalam waktu singkat.
Panel menilai langkah itu bertentangan dengan prinsip utama, termasuk menjaga kredibilitas kompetisi antarnegara dan mendorong pengembangan atlet lokal.
Meski mengakui adanya masalah dalam hubungan Favour Ofili dengan Athletics Federation of Nigeria, panel menilai hal tersebut tidak cukup untuk membenarkan perubahan afiliasi.
Sebelumnya, federasi Nigeria diketahui gagal mendaftarkan Ofili di nomor 100 meter pada Olimpiade Paris 2024 serta lalai dalam administrasi anti-doping yang membuatnya absen di Olimpiade Tokyo 2020.
Favour Ofili sendiri menyebut faktor keselamatan dan kesehatan mental sebagai alasan utama keinginannya pindah.
Namun, panel menyatakan bahwa keterkaitannya dengan Turkiye belum memenuhi syarat hubungan yang kuat dan sah, meskipun ia telah memperoleh kewarganegaraan negara tersebut.
Dengan keputusan ini, Ofili tetap tidak memenuhi syarat untuk mewakili Turkiye di ajang internasional seperti kejuaraan dunia maupun Olimpiade.
Namun, ia masih diperbolehkan tinggal, berlatih, dan berkompetisi di level klub.
Federasi Atletik Nigeria menyambut baik keputusan tersebut dan menyatakan siap mendukung Ofili ke depan.
Sementara itu, pihak Turkiye memiliki waktu 30 hari untuk mengajukan peninjauan ulang atau membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga.
Artikel Tag: olimpiade
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/world-athletics-tolak-perpindahan-kewarganegaraan-favour-ofili-ke-turkiye


















































