2 Kali Tertunda, Jemaah Pulau Taliabu Maluku Utara Akhirnya Naik Haji

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Jamaah haji asal Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Iswanti Jahidin Hane mengaku akhirnya bisa berangkat haji tahun 2026 setelah sempat tertunda dua kali.

"Saya jamaah yang sempat tertunda dua kali. Yang pertama tahun 2024 saya tertunda karena memang tidak bisa berangkat, hanya bapak saja. Saya hanya gantikan mama saja. Ini hasil tabungan orang tua sejak 2015. Saya menggantikan orang tua untuk berangkat," kata Iswanti di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (30/4).

Kemudian pada musim haji tahun 2025, Iswanti kembali gagal berangkat ke Tanah Suci. Pasalnya, ia yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) mendapatkan tugas bertepatan dengan keberangkatan haji saat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tahun 2025 saya cancel, karena saya PNS dan saya ada tugas yang saya harus selesaikan. Alhamdulillah bisa ikut tahun ini dengan regulasi yang baru. Tapi yang semula kita berangkat 55 orang sekarang hanya saya sendiri," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia bercerita soal perjalanan menuju ke Embarkasi Makassar yang cukup panjang hingga dapat bergabung dengan 393 jamaah haji kelompok terbang (kloter) 13. Iswanti harus menempuh perjalanan dua hari satu malam dari Pulau Taliabu sampai ke Ternate hanya seorang diri dengan fasilitas seadanya.

"Karena saya tidak mendapatkan pelepasan dari kabupaten, saya berangkat sendiri dari kampung," ujarnya.

Dalam perjalanannya, Iswanti mengaku menghadapi sejumlah keterbatasan fasilitas, terutama saat berada di kapal. Kondisi kamar yang kurang layak serta konsumsi yang tidak maksimal.

"Kita tidak mendapatkan kualitas fasilitas yang baik di atas kapal, termasuk kamar dan konsumsi yang seadanya," ungkapnya.

Meski demikian, Iswanti tetap bersyukur karena setelah tiba di embarkasi, pelayanan dari pihak Kementerian Haji dan Umrah Sulsel berjalan dengan baik dan responsif.

Sebagai satu-satunya jemaah dari daerahnya, Iswanti mengaku tidak merasakan euforia pelepasan seperti jemaah dari daerah lain. Namun, hal tersebut tidak mengurangi niat dan keikhlasannya dalam beribadah.

"Dengan niat ibadah, saya jalani saja. Yang penting bisa berangkat dan menjalankan haji dengan baik," katanya.

(mir/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|