50 Hari Pascabencana, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi

2 hours ago 3

Banda Aceh, CNN Indonesia --

Sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh hingga kini masih terisolasi akibat bencana hidrometerologi banjir dan longsor sporadis yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Wilayah yang masih terisolasi di Aceh Tengah hingga sekitar 50 hari pascabencana itu tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Kecamatan Linge.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa," kata Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, Banda Aceh, Kamis (15/1).

Dia menerangkan di Kecamatan Bintang ada satu desa yang masih terisolasi adalah Desa Serule dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa. Akses menuju desa tersebut, kata Murthalamuddin, belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor pada badan jalan.

Selanjutnya, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan desa terisolasi terbanyak.

Desa-desa yang terdampak di kecamatan itu meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah, dengan total penduduk terdampak mencapai 4.951 jiwa.

Murthalamuddin menerangkan keterisolasian di wilayah ini disebabkan karena terputusnya jembatan serta longsor yang menutup badan jalan.

"Sebagian desa sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua seperti desa Serempah dan Bah, namun akses roda empat masih belum dapat melintas," ujar Murthalamuddin.

Lalu di Kecamatan Silih Nara terdapat dua desa yang masih terisolasi, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 254 jiwa.

"Akses menuju kedua desa tersebut tidak dapat dilalui baik menggunakan roda dua maupun empat akibat putusnya jembatan Mulie dan jembatan Gantung Langit," sebutnya.

Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara terdapat lima desa yang masih terisolasi yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik, dengan total penduduk terdampak 2.765 jiwa.

Murthalamuddin mengatakan akses kendaraan roda dua ke sejumlah desa mulai terbuka, namun kendaraan roda empat masih belum dapat melintas akibat timbunan longsor serta putusnya sejumlah jembatan di wilayah tersebut.

Selanjutnya di Kecamatan Linge sejumlah desa yang masih terisolasi meliputi Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, dengan total penduduk terdampak mencapai 2.362 jiwa.

Keterisolasian di wilayah ini umumnya disebabkan putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah titik jalan.

Murthalamuddin menyampaikan, pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan darurat serta pemulihan akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi, termasuk melalui pembukaan jalur darat sementara dan penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

"Upaya penanganan terus dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal, terutama di desa-desa yang hingga kini masih terisolir," kata Murthalamuddin.

(dra/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|