Cerita Sutiyoso Bangun Tiang Monorel hingga Berakhir Mangkrak

7 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, resmi dimulai pada Rabu (14/1) pagi. Sebanyak 109 tiang yang akan dibongkar secara bertahap di sepanjang ruas jalan tersebut.

Turut hadir dalam pembongkaran tersebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Sutiyoso mengaku lega tiang monorel mangkrak puluhan tahun di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai dibongkar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jujur saja hari ini hati saya itu lega sekali gitu ya dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono pada pagi hari ini gitu," ujar Sutiyoso di kawasan Rasuna Said, Rabu (14/1).

Sutiyoso menuturkan, pada 2003 saat masih menjabat gubernur, ia melibatkan para pakar transportasi untuk menangani kemacetan Jakarta.

Ia juga sempat studi banding ke Kolombia. Ketika itu, ia memutuskan jaringan transportasi dibagi menjadi empat moda.

"Moda yang paling besar adalah MRT di bawah tanah. Terus ada monorel di atas, ada busway 15 koridor di bawah, dan ada alternatif namanya waterway. Ini dirancang secara terintegrasi jalurnya sudah masing-masing tetapi terintegrasi, sehingga rakyat Jakarta dan sekitarnya dari titik mana mau ke mana pasti dapat transportasi makro," tuturnya.

Ia berkata cukup sulit untuk mencari investor karena situasi ekonomi yang saat itu belum stabil, sehingga pemerintah memilih mengembangkan moda transportasi tanpa melibatkan investor.

"Jadi saya tanya kepada tim itu ini moda apa yang enggak perlu investor? Dijawab jelas 'busway Pak' gitu. Oleh karena itu saya mulai dengan busway," ujarnya.

Pembangunan monorel mulai direncanakan pada 2004 dengan calon investor dari China, tetapi proyek itu tak berlanjut usai Sutiyoso lengser pada 2007.

"Nah, terus akibatnya saya tidak tahu, terus mangkrak jadi besi tua seperti ini, dan tahun 2014 monorel ini diganti dengan LRT," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiyoso mengapresiasi langkah Pramono. Sebab, kata dia, tiang monorel mangkrak tersebut merusak estetika kota.

"Saya sekali lagi secara pribadi saya terima kasih. Mudah-mudahan kalau saya lewat ini enggak sakit mata lagi saya suatu saat, yang selama ini terus terpikir gini aduh. Ya sedih aja ya gitu kan, aku mulai itu jadinya kayak begini," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan akan dilakukan pada malam hari.

Dengan demikian, tidak akan ada penutupan jalan saat pembongkaran dilakukan.

Pembongkaran dan penataan ditargetkan rampung pada September 2026 mendatang atau dalam delapan bulan pengerjaan.

Pramono mengatakan bahwa biaya yang di perlukan untuk pembongkaran tiang monorel sendiri berkisar Rp. 254 juta. Sementara itu, Rp. 102 miliar diperuntukkan penataan kawasan tersebut secara keseluruhan.

"Ini pengerjaannya akan dilakukan malam hari ya. Sehingga dengan demikian tidak ada penutupan jalur, dan mudah-mudahan saya sudah minta ke Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas agar tidak macet," tuturnya.

Ia menjelaskan Pemprov DKI telah menyurati PT Adhi Karya sejak November lalu untuk membongkar sendiri tiang monorel tersebut, namun permintaan tersebut belum juga direalisasikan.

"Tapi yang jelas komunikasi dengan Adhi Karya tetap kami lakukan termasuk besi-besi nanti kenapa ini tidak dikerjakan dengan kontraktor tertentu, tetapi kenapa besi-besinya nanti kami akan serahkan kepada Adhi Karya," ujar Pramono.

(nat/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|