Ligaolahraga.com -
Berita Liga Inggris: David Moyes bersiap kembali ke Preston North End ketika Everton bertandang ke Deepdale pada putaran kedua Carabao Cup, Kamis (27/8) dini hari WIB. Pertandingan ini memiliki makna khusus bagi manajer berusia 63 tahun tersebut karena Preston merupakan klub yang menjadi bagian penting perjalanan kariernya, baik sebagai pemain maupun ketika mulai membangun reputasinya sebagai manajer.
David Moyes mengakhiri karier bermainnya di Deepdale sebelum kemudian dipercaya menangani Preston North End. Ia mengambil alih klub pada 1998 dan langsung menyelamatkan mereka dari ancaman degradasi ke Divisi Tiga. Beberapa tahun kemudian, ia membawa Preston promosi ke kasta kedua dan nyaris mengantarkan mereka ke Premier League.
Namun, Moyes tidak ingin terlalu terbawa suasana ketika Everton menghadapi mantan klubnya. Kompetisi ini tetap menjadi prioritas bagi The Toffees setelah CEO Angus Kinnear menegaskan sebelum musim dimulai bahwa klub ingin serius mengejar gelar. Everton belum memenangkan trofi selama 32 tahun dan kembali memiliki ambisi mengakhiri penantian tersebut.
Bagi Moyes sendiri, Carabao Cup juga memberikan kesempatan untuk menambah warisannya bersama Everton. Kontraknya di Hill Dickinson Stadium memasuki tahun terakhir dan belum ada pembicaraan mengenai masa depannya. Karena itu, perjalanan di kompetisi piala bisa menjadi salah satu kesempatan penting bagi sang manajer untuk membawa trofi ke klub.
Moyes mengenang masa kepemimpinannya di Preston dengan penuh rasa terima kasih. Ia menyebut klub tersebut memberikan fondasi penting dalam perkembangannya sebagai pelatih, terutama karena dukungan yang diterimanya dari para petinggi klub ketika harus membangun tim secara bertahap.
"Preston adalah pekerjaan yang luar biasa bagi saya dan saya sangat berterima kasih kepada chairman serta orang-orang di belakang klub, Bryan Gray dan Derek Shaw, yang sangat mendukung saya. Kami melewati beberapa divisi dan hanya kalah dari Bolton milik Big Sam di final play-off untuk promosi ke Premier League," kata Moyes.
Perjalanan David Moyes bersama Preston memang berakhir dengan kekecewaan ketika mereka kalah dari Bolton Wanderers di final play-off pada 2001. Setahun kemudian, ia meninggalkan Preston untuk bergabung dengan Everton dalam periode pertama dari dua masa kepemimpinannya di klub Merseyside tersebut.
Moyes juga menjadikan pengalamannya di Preston North End sebagai contoh bagi pelatih muda. Menurutnya, seorang pelatih sebaiknya mendapatkan pengalaman dengan membangun karier dari bawah, memahami lingkungan klub, dan belajar menghadapi tekanan sebelum langsung mengambil pekerjaan besar.
"Itu pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya selalu menyarankan pelatih muda untuk mendapatkan pengalaman dan membangun reputasi melalui berbagai level daripada langsung ditempatkan dalam situasi sulit. Saya sangat beruntung pernah menjadi pemain, asisten, dan pelatih di sana," tutur Moyes.
Salah satu kenangan paling berharga David Moyes dari Preston berkaitan dengan Sir Tom Finney, legenda klub sekaligus salah satu pemain terbesar Inggris. Meski tidak pernah menyaksikan langsung Finney bermain, Moyes sering berbincang dengannya ketika mantan pemain tersebut datang ke klub.
Sir Tom Finney bahkan rutin menemui Moyes pada Jumat sebelum pertandingan. Percakapan mereka tidak hanya membahas Preston, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana salah satu pemain terbaik generasinya menghadapi lawan di lapangan.
"Sir Tom Finney adalah pilar Preston dan masih menjadi pilar sampai sekarang. Dia biasa datang dan minum teh bersama saya pada Jumat sebelum pertandingan. Dia legendaris dan tetap begitu. Bagi saya, dia adalah gambaran tentang Preston," ujar Moyes.
Moyes sangat terkesan dengan cerita Finney mengenai caranya melewati pemain bertahan. Finney dikenal sebagai pemain yang mampu menggiring bola melewati lawan dengan elegan, bahkan ketika menghadapi penjagaan ketat dari pemain bertahan pada era tersebut.
"Saya pernah bertanya kepadanya dan dia mengatakan, 'Mereka menutup satu sisi secara berlebihan dan saya akan melewati mereka dari sisi lain.' Kami berbicara tentang dia dan Stanley Matthews yang bersaing menjadi pemain terbaik di Inggris saat itu," kata Moyes.
Finney juga pernah menjelaskan bagaimana ia menghadapi tekel keras dari lawan. Menurut Moyes, legenda Preston North End tersebut selalu memiliki jawaban ketika pemain bertahan mencoba menghentikannya, sesuatu yang menggambarkan ketangguhan sekaligus kecerdasan permainannya.
"Dia mengatakan, 'Mereka mencoba menendang saya dan saya hanya melewati tekel itu.' Seolah-olah tidak ada yang mengganggunya. Dia selalu punya jawaban untuk apa pun yang dilakukan bek lawan. Dia luar biasa dalam hal itu," kenang Moyes.
Kini Moyes akan kembali ke Deepdale dalam peran berbeda, membawa Everton menghadapi klub yang pernah menjadi tempatnya memulai perjalanan sebagai manajer. Kenangan tentang Preston dan Finney akan selalu melekat, tetapi Moyes harus mengesampingkan nostalgia untuk membawa The Toffees melangkah lebih jauh di Carabao Cup.
Artikel Tag: everton, david moyes, preston north end, carabao cup
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/david-moyes-kembali-ke-preston-dengan-kenangan-yang-menggetarkan

















































