Gianni Infantino Didesak Pergi dari FIFA saat Krisis Makin Panas

3 hours ago 4

Ligaolahraga.com -

Berita Sepak Bola: Claudius Schafer menilai masa depan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA tidak lagi dapat dipertahankan. Presiden European Leagues tersebut menegaskan bahwa perubahan besar diperlukan dalam tata kelola sepak bola dunia setelah muncul berbagai kontroversi yang semakin memperuncing hubungan FIFA dengan sejumlah badan sepak bola regional.

Schafer menyampaikan pandangan tersebut setelah European Leagues, organisasi yang mewakili 53 liga sepak bola profesional pria dan wanita, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Ia menilai pengaruh presiden FIFA semakin besar dari tahun ke tahun, sementara keputusan penting dianggap dibuat tanpa konsultasi yang memadai dengan pihak-pihak yang terdampak. 

"Kami mempertanyakan kelayakannya untuk terus menjadi presiden. Di Swiss, kami memiliki pandangan dekat terhadap FIFA dan tampaknya pengaruh presiden semakin besar dari tahun ke tahun," kata Schafer dalam wawancara dengan The Athletic. "Keputusan-keputusan besar diambil tanpa konsultasi yang berarti dengan para pemangku kepentingan yang akan terdampak," lanjutnya. 

Komentar tersebut muncul di tengah konflik yang semakin tajam antara FIFA dan sejumlah konfederasi setelah proposal FIFA untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta akhirnya dibatalkan. UEFA, AFC, dan CONCACAF telah berada di antara pihak yang menekan Infantino untuk mundur, sementara pembicaraan mengenai kemungkinan mosi tidak percaya terhadapnya juga mencuat.

Schafer juga mempertanyakan sejumlah keputusan yang menurutnya menyentuh persoalan integritas sepak bola. Ia menyoroti penghargaan perdamaian FIFA yang diberikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta pembatalan hukuman kartu merah pemain Amerika Serikat Folarin Balogun pada Piala Dunia 2026 setelah adanya panggilan dari Trump. 

"FIFA adalah asosiasi berdasarkan hukum Swiss dan dalam asosiasi ini ada aturan. Presiden serta anggota dewan harus menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab. Ini merupakan persoalan hukum," ujar Claudius Schafer.

Menurut Schafer, keputusan mengenai penghargaan tersebut semestinya tidak dibuat tanpa memberi tahu FIFA Council. Ia kemudian mengaitkannya dengan kontroversi kartu merah Balogun yang menurutnya menjadi contoh serius mengenai campur tangan politik dalam urusan olahraga.

"Itu benar-benar sebuah skandal. Saya tidak pernah mengingat adanya intervensi politik seperti ini yang berkaitan dengan persoalan olahraga. Tindakan semacam itu mempertanyakan integritas permainan," tegas Claudius Schafer. 

Schafer kemudian memberikan pernyataan paling keras mengenai masa depan Infantino. Menurutnya, persoalannya bukan sekadar apakah Infantino masih layak memimpin FIFA, tetapi bagaimana organisasi tersebut dapat mengembalikan tata kelola yang lebih sehat dan membatasi konsentrasi kekuasaan pada posisi presiden. "Itulah mengapa tidak ada masa depan di FIFA untuk Infantino. Tidak mungkin ada," kata Schafer. 

Gianni Infantino sendiri diperkirakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dalam pemilihan Presiden FIFA tahun depan. UEFA dan sejumlah konfederasi lain telah meningkatkan tekanan terhadapnya, meskipun Infantino masih memiliki dukungan kuat dari sejumlah asosiasi anggota FIFA. 

Namun, bagi Schafer, pergantian sosok di kursi presiden bukan satu-satunya persoalan. Ia menilai FIFA membutuhkan perubahan struktural agar organisasi tersebut tidak kembali memiliki presiden dengan kekuasaan sebesar yang dimiliki Infantino saat ini. "Untuk kami, mendapatkan reformasi ini adalah tugas yang paling penting dan itu hanya bisa terjadi dengan presiden yang baru," pungkas Schafer.

Artikel Tag: fifa, gianni infantino

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/gianni-infantino-didesak-pergi-dari-fifa-saat-krisis-makin-panas

Read Entire Article
International | Politik|