Hari Buruh, Hasto PDIP Soroti Kenaikan Harga dan Lapangan Kerja Sulit

2 hours ago 4

Surabaya, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyoroti kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat karena harga kebutuhan pokok dan sulitnya mencari pekerjaan.

Hal itu disampaikan Hasto pada acara peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang digelar PDIP, di Jakarta Timur, Minggu (3/5).

"Apalagi kehidupan kita tidak mudah. Harga bahan-bahan pokok sekarang mengalami kenaikan, betul tidak? Untuk mendapatkan pekerjaan jauh lebih sulit, betul tidak?" kata Hasto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyinggung gejala deindustrialisasi yang berdampak pada kondisi ketenagakerjaan.

Hasto mengatakan semua pihak harus membangun komitmen bersama-sama untuk memperjuangkan nasib buruh.

"Hari ini kita bersama-sama membangun komitmen kita bahwa yang namanya kemerdekaan bagi buruh untuk berserikat, untuk mendapatkan perlindungan, untuk mendapatkan kesejahteraannya sebagai upaya meningkatkan peradaban Indonesia harus kita perjuangkan bersama-sama, setuju?" kata Hasto.

Hasto mengatakan partainya ingin buruh di Indonesia memiliki kekuatan seperti di negara lain.

Ia mencontohkan negara-negara yang merdeka hampir bersamaan dengan Indonesia, seperti Korea Selatan, yang kini mampu membangun kekuatan industri dan meningkatkan kesejahteraan pekerjanya.

"Hari ini mengingatkan bahwa kita harus bersatu, kita harus bergotong royong, kita harus menyingsingkan lengan baju kita agar perlindungan dan peningkatan kesejahteraan buruh kita perjuangkan bersama-sama," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Jaminan Sosial Charles Honoris, membacakan manifesto politik partai untuk kaum buruh Indonesia.

Charles Honoris menekankan peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum krusial untuk menghidupkan kembali narasi pembebasan bagi rakyat yang tertindas.

"Dalam pandangan PDI Perjuangan, kaum Marhaen saat ini tidak hanya petani, nelayan, dan buruh pabrik. Ia mencakup buruh informal, masyarakat adat, pelaku UMKM, hingga pekerja digital yang rentan atau digital worker precariat," ujar Charles.

Charles menjelaskan dalam melindungi kaum Marhaen, PDI Perjuangan memegang teguh tiga ajaran utama Bung Karno mengenai tugas partai politik.

Pertama, partai harus hadir sebagai organisasi yang lahir dan tumbuh bersama denyut nadi rakyat, memahami perjuangan hidup mereka, serta berkomitmen untuk menangis dan tertawa bersama rakyat.

Kedua, partai bertindak sebagai sarana perjuangan untuk memastikan rakyat hidup layak, mulia, adil, dan makmur, serta memastikan kebutuhan dasar setiap warga negara terpenuhi.

Ketiga, partai berperan sebagai pembawa penerang yang memberikan arah dan pengetahuan konkret dalam perjuangan politik kebangsaan.

"Partai politik bukan sekadar alat kekuasaan, melainkan suluh perjuangan yang memberikan pengetahuan konkret bagi buruh untuk memperjuangkan hak-haknya secara konstitusional," ucapnya.

(yoa/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|