Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau lokasi hunian sementara (huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3).
Peninjauan ini dilakukan bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Ketiganya mengecek langsung sejumlah fasilitas yang tersedia di huntara sekaligus berdialog dengan para pengungsi yang kini menempatinya.
Tito menjelaskan bahwa huntara di Pidie Jaya terbagi menjadi empat jenis berdasarkan pihak yang membangunnya. Keempat jenis itu adalah huntara dari BPI Danantara, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, serta yang dibangun secara gotong royong oleh ormas dan relawan. Masing-masing jenis huntara memiliki karakteristik fasilitas yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya di BNPB di sana dia tidak ada ranjang tapi kelebihan dia dapurnya, ada toiletnya sendiri. Kemudian di Danantara hampir sama seperti PU, tempat tidurnya ada ranjangnya, ada kipasnya lebih dingin, lebih nyaman, tapi dapurnya dan toilet, kamar mandi bersama-sama, komunal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3).
Meski fasilitas antarhuntara tidak seragam, pemerintah memastikan seluruh pengungsi mendapatkan hunian yang layak dan nyaman. Proses pemindahan pengungsi dari tenda ke huntara terus dipercepat sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.
Pemerintah juga menyediakan skema dana tunggu hunian (DTH) bagi pengungsi yang belum mendapatkan tempat tinggal tetap. Skema ini menjadi jembatan agar warga terdampak tidak terlalu lama bertahan di tenda darurat.
Dari tiga provinsi yang terdampak bencana di wilayah Sumatera, baru Sumatera Barat yang berhasil menuntaskan pemindahan seluruh pengungsinya dari tenda. Aceh dan provinsi terdampak lainnya masih dalam proses penyelesaian.
"Nah ini target kami dengan BNPB kemarin semua akan di huntara dan untuk masalah makanannya nanti, 10 hari ke depan ditanggung oleh BNPB. Setelah itu akan menggunakan uang lauk pauk, jadup istilahnya dari Kementerian Sosial," tandas Tito.
Sebagai informasi, kegiatan ini juga turut dihadiri Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
(rir)

9 hours ago
6

















































