Surabaya, CNN Indonesia --
Aparat Polres Probolinggo tengah menangani kasus kecelakaan beruntun maut yang melibatkan truk trailer dan lima mobil di jalur selatan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (18/4) tengah malam.
Terkini, pihak kepolisian telah mengamankan pengemudi truk trailer Nissan bernopol B-9625-UEJ, Cecep Adi Sucipto (46), warga Mojokerto, untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan lebih lanjut.
"Untuk driver kita amankan, dan sedang dimintai keterangan," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Aditya Wikrama, Minggu (19/4) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aditya mengatakan hal itu untuk menggali kronologi pasti serta memastikan tanggung jawab hukum dalam insiden yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman secara intensif terhadap pengemudi di kantor Satlantas Polres Probolinggo.
Selain melakukan pemeriksaan dan menggali keterangan, polisi melakukan pengambilan sampel untuk mendeteksi kemungkinan adanya pengaruh zat terlarang maupun alkohol pada sang sopir.
Prosedur ini menentukan apakah ada faktor kelalaian manusia atau human error dalam kejadian kecelakaan maut ini.
"Sudah dilakukan [tes alkohol dan napza] nunggu hasil," ujarnya.
Meskipun telah diamankan dan menjalani serangkaian tes, kepolisian menegaskan hingga saat ini pihak driver belum ditetapkan sebagai tersangka.
Aditya menyebut, status hukum pengemudi truk masih bersifat saksi terperiksa sembari menunggu pengumpulan bukti-bukti tambahan di lapangan.
"Status [masih] saksi," ucapnya.
Mengenai penyebab utama kecelakaan maut tersebut, Satlantas Polres Probolinggo belum bisa memberikan rincian teknis. Tim penyidik masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan data dari saksi-saksi mata di lokasi.
"Untuk kesimpulan masih dalam proses penyelidikan ya. Mohon waktu," tutup Aditya.
Kecelakaan maut yang melibatkan truk trailer bermuatan triplek terjadi di jalur selatan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (18/4) tengah malam. Peristiwa itu dilaporkan menewaskan empat orang yang merupakan satu keluarga.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di sekitar perlintasan kereta api Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegal Siwalan. Kecelakaan bermula saat truk trailer Nissan bernopol B-9625-UEJ yang dikemudikan Cecep Adi Sucipto (46), warga Mojokerto, melaju dari arah Lumajang menuju Probolinggo.
Saat mendekati lokasi, truk diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman hingga hilang kendali. Kendaraan itu kemudian menghantam deretan mobil yang sedang berhenti mengantre karena palang pintu perlintasan kereta api yang tertutup.
Tercatat, lima kendaraan terlibat dalam tabrakan beruntun tersebut. Toyota Vios Limo AG-1644-EG, Pikap Daihatsu Granmax P-8361-GL, Pikap N-8387-YH, Toyota Hi-Ace P-7022-QB, serta Truck Tractor Head Hino T-9698-TA.
Dampak paling fatal dialami mobil Toyota Limo Vios bernomor polisi AG 1644 EG, yang dikemudikan Sutrisno (60). Kendaraan tersebut ringsek parah setelah dihantam keras dari arah belakang oleh truk trailer. Seluruh penumpang di dalam mobil itu dilaporkan tewas seketika di lokasi kejadian.
Korban tewas merupakan satu keluarga yang berada di dalam Toyota Limo. Mereka adalah Sutrisno (60) selaku pengemudi, T Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), dan Giovano Malik Ibrahim (3).
Keempat korban yang berasal dari Dusun Pundensari, Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Mohamad Saleh.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini menyebabkan satu orang luka berat. Pengemudi pikap Daihatsu Granmax bernopol P 8361 GL, Muhammad Iswanto (33), warga Jember, mengalami cedera serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSU PG Wonolangan, Dringu.
(frd/isn)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
5
















































