Kemendikdasmen Tegaskan Kenaikan Anggaran Pendidikan Tidak Potong MBG

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan kenaikan anggaran pendidikan tahun 2026 tidak akan memangkas alokasi dana untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan kenaikan anggaran yang diterima pihaknya tahun ini ditujukan untuk mendukung program direktif Presiden RI Prabowo Subianto.

"Jadi, anggaran pendidikan posisi sekarang sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, sedang dalam pembahasan. Jadi tentu ini juga akan menambah kran anggaran Kemendikdasmen dan tidak akan terganggu dengan anggaran yang sudah dialokasikan untuk MBG," kata Suharti usai membuka kegiatan acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Senin (2/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, ia menjelaskan kenaikan anggaran pendidikan tersebut akan digunakan untuk menambah jumlah penerima manfaat beberapa program prioritas Kemendikdasmen yang mendapat arahan langsung dari presiden.

Beberapa di antaranya digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran papan interaktif digital (PID), revitalisasi satuan pendidikan, hingga penyaluran tunjangan kesejahteraan bagi guru.

"Sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, seperti yang Pak Presiden sampaikan untuk revitalisasi sekolah akan ada penambahan 60 ribu satuan pendidikan, kemudian penyediaan IFP atau PID jadi 3 IFP per sekolah ini semua sedang dalam proses pembahasan," kata Suharti.

Sebelumnya pada Kamis (19/2), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Ia memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.

"Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya," ujar Abdul Mu'ti.

Ia menekankan MBG tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian tak terpisahkan dari Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat yang mencakup kebiasaan hidup sehat, beribadah, gemar belajar, hingga bermasyarakat.

"Kebijakan MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat. Makan bergizi bukan hanya soal nutrisi, tetapi bagian dari pembentukan karakter," tegas pria yang juga dikenal sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

(antara/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|