Jakarta, CNN Indonesia --
Polres Bogor melakukan penyelidikan terkait kemunculan asap di area tambang emas milik PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/1) dini hari dan sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan asap terdeteksi sekitar pukul 00.30 WIB di salah satu level pertambangan. Hingga saat ini, sumber pasti kemunculan asap belum dapat dipastikan lantaran kondisi di dalam lubang tambang belum aman untuk dimasuki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terjadi kemunculan asap di salah satu level tambang. Untuk mengetahui sumber awalnya, kami masih menunggu kondisi memungkinkan karena kadar karbon monoksida di dalam area tambang masih cukup tinggi," ujar Wikha saat memberikan keterangan bersama jajaran Forkopimda dan pihak Antam di Koramil Nanggung, Rabu (14/1).
Wikha menegaskan informasi mengenai adanya ledakan di area tambang tidak benar. Ia memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut dan seluruh pekerja Antam telah dievakuasi sesaat setelah asap terdeteksi.
"Tidak ada ledakan dan tidak ada pekerja yang menjadi korban. Evakuasi langsung dilakukan begitu muncul indikasi bahaya," katanya.
Menurut Wikha, proses penyelidikan secara menyeluruh baru bisa dilakukan setelah kadar gas di dalam tambang turun ke level aman, sehingga tim dapat masuk untuk memastikan titik awal kemunculan asap.
"Kami harus menunggu sampai gas di dalam memungkinkan untuk dilakukan pengecekan langsung," ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT Antam UBPE Pongkor Nilus Rahmat menjelaskan bahwa kemunculan asap terjadi di Level 700 dan disertai lonjakan kadar gas karbon monoksida hingga mencapai 1.200 ppm, jauh di atas ambang batas keselamatan. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh terbakarnya material kayu penyangga di dalam tambang.
"Situasinya sangat berbahaya, sehingga seluruh pekerja segera kami evakuasi dan aktivitas di area terdampak kami hentikan sementara," jelas Nilus.
Ia juga menepis kabar yang menyebutkan adanya karyawan terjebak atau menjadi korban. Menurutnya, seluruh pekerja Antam dipastikan dalam kondisi selamat dan operasional perusahaan tetap terkendali.
"Tidak ada korban maupun pekerja yang terjebak. Semua karyawan dalam kondisi aman," tegasnya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah langsung turun ke lokasi bersama aparat keamanan dan manajemen Antam untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat beredar luas dan memicu kepanikan warga.
"Kami hadir langsung di Nanggung dan menggelar rapat bersama pimpinan Antam, Kapolres, dan Dandim untuk mendapatkan informasi yang valid. Kabar soal ratusan korban itu tidak benar," ujar Rudy.
Rudy juga meluruskan kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait angka 700 yang disebut-sebut dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan angka tersebut merujuk pada level atau portal kerja di dalam tambang, bukan jumlah orang.
"Yang dimaksud adalah Level 700, bukan 700 orang terjebak. Ini perlu kami luruskan agar tidak menimbulkan kepanikan," katanya.
Meski situasi dinyatakan terkendali, Rudy menegaskan pemerintah daerah tetap akan menelusuri setiap informasi lain yang beredar di luar aktivitas resmi perusahaan.
"Kami akan memastikan semua berdasarkan data dan fakta di lapangan. Jika ada informasi lain, akan kami sampaikan secara terbuka," ujarnya.
(antara/isn)

6 hours ago
8
















































