Prabowo Sindir Birokrat Sengaja Persulit Izin, Cari Celah Minta Uang

1 hour ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengaku masih menemukan adanya birokrat-birokrat yang secara sengaja mempersulit proses perizinan untuk mencari celah meminta uang.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan uang sebesar Rp10,2 hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH di Kejagung, pada Rabu (13/5).

Ia mengaku heran lantaran ketika proses perizinan sudah dipermudah oleh pemerintah akan tetapi kembali dipersulit oleh Kementerian/Lembaga melalui Peraturan Menteri hingga Peraturan Teknis.

"Kecenderungan regulasi adalah inisiatif dari birokrat-birokrat untuk, terus terang saja saya sampaikan, untuk cari peluang. Ada yang nanti minta kickback, minta uang supaya izinnya dipercepat keluar," tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo bahkan mengaku sudah menerima keluhan dari kelompok pengusaha yang mau bekerja dan berinvestasi di Indonesia justru malah dipersulit izinnya.

Ia menyebut tidak jarang izin tersebut justru baru keluar setelah satu hingga dua tahun dari proses pengajuan. Padahal, kata Prabowo, di negara lain perizinan bisa selesai dalam waktu dua minggu saja.

"Pengusaha-pengusaha juga mengeluh, mereka mau bekerja dan mereka mau investasi tapi kadang-kadang nunggu izin itu satu tahun, dua tahun," tuturnya.

"Sedangkan di negara lain dua minggu. Kita harus mengacu kepada negara tetangga. Kalau mereka bisa keluarkan izin dalam dua minggu kenapa kita dua tahun," imbuhnya.

Oleh karenanya, Prabowo mengaku telah meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membuat Satgas khusus untuk mempercepat deregulasi perizinan.

"Sederhanakan ya, jangan persulit. Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja ya harus dibantu," jelasnya.

"Banyak investor juga dari luar negeri mengeluh di Indonesia sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali saudara-saudara sekalian ya. Perizinan kadang-kadang ada yang enggak masuk akal," imbuhnya.

(tfq/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|