Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua DPP PSI Bestari Barus menyentil Politisi PDIP Guntur Romli yang berkomentar negatif terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeliling Indonesia. Bestari heran jajaran PDIP selalu berkomentar miring terhadap Jokowi.
"Justru aneh kalau dia khawatir. Ngapain mesti khawatir? Pak Jokowi itu hanya, apa ya, kalau saya bilang tuh, adalah Presiden ke-7 yang dulu ketika beliau menjabat itu sering blusukan, sehingga ada kerinduan dari kelompok-kelompok masyarakat atau masyarakat secara pribadi yang pernah merasakan kebijakan beliau yang diterapkan di lapangan ketika beliau datang juga menyapa, itu ada kerinduannya beliau datang," kata Bestari saat dihubungi, Jumat (29/5), dikutip dari detik.com.
Bestari juga menyoroti pernyataan Guntur Romli yang tidak komprehensif dalam melihat niat Jokowi. Namun, ia memaklumi PDIP selalu berpendapat miring sejak ditinggal Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak tahu ya semenjak kenikmatan-kenikmatan buat partainya itu dicabut oleh Pak Jokowi kan selalu miring saja pendapatnya, kan begitu," ucap dia.
Bestari pun berharap hal ini jadi momentum untuk Jokowi menegaskan dirinya kini sudah bersama PSI. Sehingga, kata dia, pendukung Jokowi bisa berhenti memilih PDIP.
"Jadi tanpa mereka (PDIP) sadari sebetulnya ya justru kami di PSI ini bergembira dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di sana, dan mudah-mudahan menjadi kesempatan juga pada saat mengunjungi seluruh Indonesia nanti, Pak Jokowi menyatakan bahwa sekarang sudah bersama PSI," ujarnya.
"Makanya timbullah kegelisahan-kegelisahan itu. Wajarlah kan namanya Pak Jokowi dicintai rakyat, kemudian pindah ya silent voters-nya Pak Jokowi, pendukung Pak Jokowi juga akan ikut pindah tentu ke mana? Ke PSI, sehingga ada kekhawatiran-kekhawatiran mungkin ya kita maklumilah gitu," sambungnya.
Kemudian, Bestari pun meminta agar jajaran PDIP lebih fokus terhadap urusan partainya sendiri. Ia secara khusus menyoroti posisi Guntur Romli di PDIP.
"Sebaiknya dia cukup memperhatikan partainya dia, atau memang dia sudah enggak ada kerjaan di partainya sehingga harus memperhatikan partai orang? Jadi susah gitu," ujarnya.
"Saya juga heran sebetulnya dia di PDIP itu sebagai apa sih? Pengurus bukan, apa bukan, atau lagi berlomba-lomba untuk menjadi pengurus gitu kan? Sehingga harus mengeluarkan statement-statement yang tidak berbobot sama sekali yang justru tidak membangun buat partainya," kata Bestari.
Sebelumnya, Juru Bicara PDIP, Guntur Romli meyakini kabar posisi Jokowi tersebut, tak akan berpengaruh. Sebab, kata Gunrom, sapaan akrabnya, saat menjadi Presiden, Jokowi tak mampu meloloskan partai yang kini dipimpin anaknya itu masuk ke parlemen.
"Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke Parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa," kata Gunrom, sapaannya, saat dihubungi, Selasa (26/5).
Baca berita selengkapnya di sini.
(fra/fra)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
7

















































