Jakarta, CNN Indonesia --
RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) menerangkan kondisi psikologis Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (27) saat ini cukup stabil, walaupun baru mengalami peristiwa traumatis berat.
Hingga saat ini Andrie masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan terkait lainnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan.
"Secara umum, kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat," ujar RSCM melalui keterangan pers yang disampaikan Humas Sylvia, Selasa (31/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sylvia menuturkan tim medis akan terus memberikan dukungan psikologis untuk memastikan pasien tetap tenang dan mampu mengikuti proses perawatan dengan optimal.
Kondisi luka pasien, terang dia, menunjukkan perbaikan dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.
Rencana evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali pada pekan ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik.
"Masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan," katanya.
RSCM menegaskan berkomitmen untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," katanya.
Kondisi mata
Sylvia menuturkan pada 28 Maret lalu, pasien menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya. Saat ini, keluhan nyeri minimal dan tidak ditemukan tanda infeksi.
Selama operasi, ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva.
Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan.
Sylvia bilang penutupan ini direncanakan berlangsung sekitar empat bulan, setelah itu tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Pemantauan kondisi mata akan dilakukan secara berkala sesuai perkembangan pasien," ucap dia.
Sebelumnya, Andrie Yunus mendapat teror penyiraman air keras pada sekitar dua pekan lalu setelah mengisi siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk "Remiliterisasi & Judicial Review UU TNI".
Polisi sempat mengumumkan inisial dua tersangka, namun di waktu yang bersamaan TNI juga menyampaikan sudah menahan empat orang dari Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI selaku pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie.
Terbaru, pada Selasa malam ini, Mabes TNI melalui Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan empat orang prajurit itu telah menjadi tersangka.
"Keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah menjalani penahanan di instalasi tahanan militer (Maximum Security) Pomdam Jaya Guntur sejak tanggal 18 Maret 2026," demikian pernyataan Aulia Dwi Nasrullah yang diterima, Selasa (31/3) malam.
"Adapun Pasal yang diterapkan kepada tersangka adalah pasal penganiayaan," imbuhnya.
Sementara itu, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil menyebut pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie melibatkan sedikitnya 16 orang. TAUD menyebut ini sebagai operasi intelijen.
"Kami sudah menemukan setidaknya 16 pelaku lapangan. Bahkan, kalau kami diberi kesempatan lebih lanjut nantinya kami dengan senang hati berdiskusi dan memaparkan bukti-bukti tersebut, tapi kemudian kami melihat ada proses pelimpahan," ujar Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Fadhil Alfathan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, Selasa (31/3).
(ryn/kid)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
5

















































