Siswi Makassar Dicoret dari Calon Paskibraka Dapat Beasiswa

6 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengurus Pusat Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PP GEMA INTI) memberikan beasiswa pendidikan ke luar negeri kepada dua siswi peserta seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Cathlyn Yvaeni Lesmana setelah dicoret atau dinyatakan tidak lulus ke tingkat nasional.

"Beasiswa pendidikan S1, jadi nanti lulus SMA, ini kan masih kelas 10 siapkan beasiswa full, yang meliputi biaya pendidikan dan sampai dengan living cost selama di sana," kata Ketua PP GEMA INTI, Ervan Sutono Nio, Jumat (29/5).

Ervan mengatakan pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi siswa yang dinilai memiliki kemampuan akademik sangat baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terlepas dari isu polemik yang sekarang, kami dari Generasi Muda Indonesia Tionghoa melihat bahwa kedua anak ini cukup berprestasi. Kita lihat dengan nilai-nilainya yang sangat bagus," ujarnya.

Ervan menerangkan bahwa program beasiswa tersebut merupakan program rutin Perhimpunan GEMA INTI yang setiap tahun mengirim siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan biaya penuh.

Menurut Ervan bahwa pemberian beasiswa itu juga menjadi dukungan moral sekaligus motivasi bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan atau rencana yang belum tercapai.

"Jangan putus asa ketika ada rencana yang belum sesuai harapan. Kita yakin masih ada peluang-peluang lain yang terbuka. Ini nilai yang ingin kami berikan ke generasi muda, supaya tidak mudah menyerah dan tetap semangat mengejar peluang lain," ungkapnya.

Ervan juga memastikan pihaknya akan terus memberikan pendampingan terhadap kedua peserta seleksi Paskibraka tersebut pada saat dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulsel terkait kisruh hasil seleksi ini.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel telah menjadwalkan RDP terkait polemik seleksi Paskibraka tersebut untuk mencari tahu penyebab pastinya sehingga Cathlyn dinyatakan gugur meski namanya sempat masuk tiga besar.

"Insya Allah tanggal 2 Juni kita akan laksanakan RDP, saya sudah komunikasi dengan teman-teman DPRD, ibu ketua dan unsur pimpinan," kata anggota Komisi C DPRD Sulsel Andre Prasetyo Tanta.

Menurut Andre RDP tersebut digelar setelah DPRD Sulsel mendapatkan surat dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar pada tanggal 26 Mei lalu.

"Jadi tanggal 26 Mei ada surat dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kota Makassar memasukkan surat dugaan pelanggaran hasil penyaringan sehingga pasti akan ada beberapa pihak yang akan diundang," jelasnya.

Pemprov buka suara

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman angkat bicara soal isu diskriminasi di balik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang mencoret Cathlyn Yvaeni Lesmana usai sempat masuk tiga besar hasil seleksi.

"Itu kondisinya memang, kalau menurut penjelasan yang menangani, itu sejak seleksi untuk calon peserta ke Jakarta, ada nilainya yang peserta nomor satu lebih tinggi dari ini, si Cathlyn," kata Jufri kepada wartawan, Selasa (26/5).

Jufri membantah adanya istilah dianulir dalam proses tersebut. Penganuliran hanya bisa terjadi jika peserta sudah diumumkan lolos lalu kemudian dibatalkan, sementara kasus ini masih berada dalam tahapan seleksi yang berjalan.

"Tidak ada yang namanya dianulir. Dianulir itu kalau sudah diumumkan lalu dibatalkan. Ini kan masih on going process, masih proses berjalan," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, kata Jufri bahwa peserta tersebut tidak memenuhi sejumlah persyaratan kesehatan saat menjalani seleksi di tingkat pusat. Beberapa catatan yang menjadi pertimbangan di antaranya kondisi penglihatan dan bentuk kaki.

"Kalau bukan karena matanya, penglihatannya agak kabur. Kemudian kakinya juga ada, apa istilahnya, flat foot atau telapak kaki datar," ungkapnya.

Menurutnya, keputusan terkait kelulusan atau tidaknya peserta tersebut sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi pusat, bukan panitia daerah di Sulawesi Selatan.

"Karena dia diberi semangat, maka diikutkan ke seleksi pusat. Jadi, dia jatuhnya itu di pansel pusat, panitia seleksi di pusat, bukan di sini. Seperti itu," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta agar seluruh proses seleksi dilakukan secara adil dan terbuka. Ia mengaku prihatin atas kondisi yang dialami delegasi asal Makassar.

"Peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair," kata Appi sapaan akrabnya.

(mir/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|