Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memiliki peran strategis dalam memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) sekaligus menjaga ketahanan negara melalui tata kelola pemerintahan yang baik.
Hal itu disampaikan Tito dalam Stadium General di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (29/5).
Menurut Tito keberadaan aparatur pemerintahan yang profesional menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah negara. Dari berbagai literatur yang ada, kata dia, negara atau kerajaan yang mampu bertahan ratusan tahun selalu ditopang oleh tiga unsur utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di dalam empire atau negara yang bertahan di atas 200 tahun selalu ditemukan tiga unsur yang selalu ada, yaitu tentara yang kuat, aparatur kepolisian dan intelijen yang kuat, serta adanya aparatur sipil pemerintahan yang profesional yang dapat menjalankan administrasi negara secara efektif dan efisien," ujar Tito.
Menurutnya dari sekitar 4,7 juta ASN di Indonesia, lulusan IPDN menjadi salah satu inti kekuatan birokrasi pemerintahan, terutama di daerah. Menurutnya, pola pendidikan di IPDN tidak hanya menekankan aspek akademik ilmu pemerintahan, tetapi juga pembentukan fisik, mental, disiplin, dan loyalitas.
Karena itu, lulusan IPDN banyak diminati oleh pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di wilayah masing-masing.
"Dan itu yang membuat para kepala daerah suka dengan mereka. Lulusan-lulusan IPDN banyak yang diminta .... Karena selain kemampuan ilmu pemerintahan, mereka juga dididik memiliki fisik yang baik, loyalitas, disiplin, dan siap melaksanakan tugas," katanya.
Selain menyelenggarakan pendidikan formal, IPDN juga terus dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kapasitas ASN nasional. Berbagai pelatihan vokasional diselenggarakan bagi pemerintah daerah, kepala desa, hingga anggota DPRD.
Kemendagri bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga memperkuat kapasitas lulusan IPDN melalui program beasiswa luar negeri. Upaya tersebut didukung dengan penambahan kurikulum bahasa Inggris dan pelatihan persiapan tes internasional seperti IELTS dan TOEFL.
"Sampai saat ini sudah 52 lulusan IPDN yang fresh graduate berangkat ke luar negeri, di antaranya ke Australia, Inggris, dan Amerika. Ini persiapan lagi lebih kurang 100 untuk ikut tes LPDP. Kita harapkan nanti setelah kembali mereka bisa menjadi agen perubahan untuk ASN yang lain," kata Tito.
(tim/tim)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
7

















































