Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) resmi menutup kegiatan Praktik Lapangan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Gelombang III di Aceh Tamiang, Rabu (29/4). Penutupan digelar melalui apel di Lapangan Basket Kota, Kuala Simpang.
Dalam amanatnya, Bima mengapresiasi kontribusi para praja yang terlibat dalam upaya pemulihan wilayah tersebut. Ia menjelaskan, pada gelombang pertama praja difokuskan pada pemulihan kantor pemerintahan, sementara gelombang kedua dan ketiga diarahkan pada perbaikan permukiman serta fasilitas umum.
Menurut Bima, selain menjalankan tugas mulia tersebut, praja IPDN secara tidak langsung tengah berlatih menjadi pemimpin andal di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bumi Aceh Tamiang yang menjadi kawah candradimuka bagi calon para pemimpin birokrasi Indonesia di masa depan yaitu kalian semua," ujar Bima di hadapan para praja.
Selama penugasan di Aceh Tamiang, praja IPDN diuji tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental. Hal ini pula yang akan mereka hadapi saat mengemban amanah sebagai birokrat di pemerintahan.
Berbagai persoalan tersebut, kata dia, akan sering dijumpai dalam realitas kehidupan. Oleh karena itu, ia berpesan agar para praja mampu mengatasi berbagai persoalan di masyarakat.
"Satu bulan ini adalah simulasi. Satu bulan ini adalah uji coba yang tidak seujung kuku dari apa yang akan kalian hadapi di masa depan nanti," ujar Bima.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa selama menjalankan tugas di Aceh Tamiang, praja IPDN juga semakin terlatih untuk memperkuat kerja sama. Modal inilah yang diyakini akan sangat berguna di dunia pemerintahan.
Di sisi lain, terdapat aspek lain yang menjadi tantangan besar, yakni menyatukan visi dari latar belakang praja yang beragam. Sebagai seorang pemimpin, kata dia, praja harus terbiasa dengan perbedaan, baik dari aspek budaya, etnik, agama, maupun kepercayaan.
Bagi mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perbedaan, Bima meyakini sosok tersebut akan menjadi pemimpin unggulan di masa depan.
"Saya bangga, saya berdiri di sini bersama Pak Bupati, bersama Pak Wakil Rektor, melepas kalian dengan penuh rasa bangga dan menatap hasil dari keringat dan jerih payah kalian yang sangat nyata dan sangat bermanfaat bagi warga Aceh Tamiang," ujar Bima.
Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang telah mendukung kinerja praja IPDN. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan tugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
"Kami mendoakan agar Bapak/Ibu semua warga Aceh Tamiang berkehidupan dengan normal dan insyaAllah bahkan jauh lebih baik lagi," tandasnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan IPDN, serta pihak terkait lainnya.
(ory/ory)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
8















































