Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang bayi perempuan perempuan berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia saat dibawa orang tuanya mendaki Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/4).
Kondisi ini dipicu perubahan cuaca buruk secara tiba-tiba yang melanda kawasan jalur pendakian.
Tim SAR gabungan dari Basarnas yang sedang bersiaga khusus dalam acara Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat menuju lokasi keluarga tersebut di kawasan Puncak Bondolan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suhu tubuhnya turun drastis, kondisi kritis. Tim Basarnas yang tengah siaga di event Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat," ujar Basarnas lewat video YouTube @BasarnasOfficial, Minggu (12/4).
Dari rekaman video di akun SAR tersebut dikabarkan akibat cuaca ekstrem tersebut, korban terus menangis dan menunjukkan tanda-tanda kedinginan yang parah.
Setibanya di lokasi, petugas segera memberikan pertolongan pertama guna menstabilkan suhu tubuh korban, termasuk melakukan langkah-langkah penghangatan tubuh penanganan hipotermia.
"Evakuasi dilakukan di Puncak Bondolan. Petugas berupaya keras menghangatkan tubuh korban, menstabilkan kondisinya," demikian pernyataan Basarnas dalam video tersebut.
Setelah kondisi balita mulai stabil, tim SAR mengevakuasi korban beserta kedua orang tuanya turun menuju Basecamp Perantunan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Setelah penanganan hipotermia, korban berhasil dievakuasi turun ke basecamp," tulis Basarnas.
Korban diketahui bernama Lan Lan, balita perempuan warga kawasan Candi Golf, Tembalang, Kota Semarang.
Insiden ini bermula ketika keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan korban tersebut melakukan pendakian dan tiba di area puncak sekitar pukul 14.00 WIB.
Tak berselang lama, cuaca memburuk disertai hujan deras yang mengakibatkan suhu tubuh balita tersebut menurun drastis hingga mengalami gejala hipotermia.
(kna/kid)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
5















































