Jakarta, CNN Indonesia --
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku tengah mengusut dugaan permasalahan sinyal yang menjadi penyebab kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Humas KNKT Arif Iskandar mengatakan permasalahan sinyal itu menjadi salah satu materi utama yang sedang diinvestigasi.
"Saat ini tim investigator masih melakukan investigasi ke lapangan. Persinyalan juga salah satu aspek yang sedang didalami," ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Arif tidak mengungkap lebih jauh ihwal hasil investigasi awal. Ia mengatakan hasil investigasi akan disampaikan secara utuh sebagai bahan rekomendasi evaluasi.
"Hasil investigasi KNKT akan dipublikasi di website dan kanal-kanal yang dimiliki. Untuk rekomendasi keselamatan nantinya akan diberikan pada para pihak terkait untuk menjadi bahan perbaikan ke depannya," imbuhnya.
Diketahui viral di media sosial kesaksian asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek setelah kejadian tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4) malam. Ia mengaku ada hal janggal pada lampu sinyal saat kereta melintas di Stasiun Bekasi Kota.
"Miskomunikasi, kayanya sinyalnya ada yang error," ucap pria yang disebut sebagai asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek dikutip lewat unggahan video akun X @txttransportasi.
Masih dalam video itu, disebutkan jika pusat kendali belum sepenuhnya diterima ketika situasi darurat terjadi. Bahkan, perubahan sinyal menjadi merah disebut terjadi di saat yang tidak seharusnya.
"Tadi nginfoin PK (Pusat kendali) nya, cuman saya belum kopi informasinya sepenuhnya, udah keburu sinyalnya merah," katanya.
"Harusnya itu gak bisa merah. Soalnya dari Bekasi hijau, koneksi harusnya, kalau hijau di sini maksimal kuning, tak bisa merah. Kecepatan lumayan, 110 km/jam," lanjut asisten masinis KA Argo Bromo tersebut.
(tfq/gil)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
6















































