Menurut Dimas, niatan awal pemerintah untuk meningkatkan persentase jumlah lulusan S2 dan S3 Indonesia melalui program LPDP sudah benar.
Minggu, 10 Nov 2024 09:38:09
Perkumpulan Kader Bangsa menyarankan kepada pemerintah untuk lebih sigap dan inovatif dalam mengembangkan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal ini dirasa penting guna mempercepat peningkatan SDM di Indonesia.
Inovasi tersebut antara lain mengembangkan program beasiswa bukan hanya untuk program degree atau paska sarjana saja. Namun juga non degree atau semacam short course, pelatihan singkat yang dibutuhkan bagi para tenaga profesional mengembangkan keterampilannya.
Hal itu disampaikan Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho terkait wacana pengkajian ulang skema LPDP belakangan ini. Salah satunya terkait penerima LPDP yang tak lagi dituntut harus pulang ke Indonesia.
Menurut Dimas, niatan awal pemerintah untuk meningkatkan persentase jumlah lulusan S2 dan S3 Indonesia melalui program LPDP sudah benar.
Namun merujuk pada prospek ekonomi dan situasi geopolitik global saat ini, serta kebutuhan pertumbuhan nasional yang mendesak, maka kebutuhan Indonesia untuk memiliki SDM unggul dan kompetitif secara relatif cepat menjadi sangat urgen.
Untuk tujuan percepatan peningkatan SDM, menargetkan beasiswa hanya untuk program degree atau sarjana saja dinilai bukan kebijakan yang adaptif.
Secara paralel, program non-degree atau berbagai kursus singkat sesuai dengan kebutuhan profesional dan sektor prioritas, baik di dalam maupun luar negeri, juga perlu diperkuat.
"Kalau bicara soal penguatan SDM unggul dan kompetitif, dalam situasi geopolitik dan ekonomi global seperti saat ini, pemerintah harus sigap dan inovatif dalam memfasilitasi program beasiswa pendidikan kepada seluruh potensi anak bangsa secara adil dan merata,” ujar Dimas Oky.
“Selain program sarjana dan paska sarjana, beasiswa juga seharusnya bisa disediakan untuk program non-degree atau pelatihan singkat penguatan keterampilan yang banyak disediakan lembaga pendidikan dalam dan luar negeri berkualitas sesuai profesi dan sektor yang menjadi prioritas,” tambah Dimas.
Indonesia Emas 2045
Dimas yang juga anggota Tim Asistensi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ini menyatakan, demi mempersiapkan Indonesia maju 2045, pelatihan singkat untuk peningkatan keterampilan dan penyiapan SDM unggul di berbagai sektor profesi sangat relevan dan dibutuhkan.
Mulai dari bidang akademik dan penelitian, ekonomi kreatif, komunikasi, digitalisasi, sosial politik dan pemerintahan, bisnis dan ekonomi, industri, hilirisasi sampai sektor lingkungan, pertanian, perikanan dan seni budaya.
Selain itu, Dimas menambahkan, pengelola beasiswa LPDP ke depannya juga perlu mempertimbangkan berbagai inovasi sosial penguatan pendidikan berkarakter, kebangsaan dan kepemimpinan kepada para penerima dan alumni LPDP.
LPDP dapat memfasilitasi dan membuat skema kontribusi agar penerima beasiswa yang telah lulus dapat berpartisipasi membangun masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Hal ini bisa dilakukan dengan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga atau pemerintah daerah, bahkan dengan pihak swasta.
"Indonesia ini negara besar, isu (pembangunan) masih sangat dibutuhkan, khususnya soal ketimpangan, belum meratanya pembangunan. Dan pastinya butuh emansipasi setiap warga, baik secara individu, kelompok maupun komunitas untuk membantu suksesnya berbagai program pemerintah,” kata Dimas.
Dimas menambahkan, para penerima dan alumni LPDP, ataupun skema beasiswa pemerintah lainnya, adalah anak-anak muda potensial, punya prestasi, networking dan modal kepemimpinan, pemerintah harus dapat mengarahkan potensi besar ini secara kolaboratif dan 'gethok tular’.
“Memberi dampak lebih luas mengejar target peningkatan SDM, penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kelas menengah, serta pertumbuhan ekonomi berkualitas, 8 persen" ujar doktor antropologi politik lulusan Australia ini.
Artikel ini ditulis oleh
Editor Randy Ferdi Firdaus
R
Reporter
- Randy Ferdi Firdaus
Pratikno: Negara Berhak Mendapatkan Return dari Investasi LPDP
Investasi pendidikan dari negara tentu bertujuan untuk membangun bangsa dan negara, serta menyelamatkan masyarakat.
lpdp 4 hari yang lalu
Jokowi Minta Jumlah Penerima Beasiswa LPDP Ditingkatkan Sampai 5 Kali Lipat
Jokowi menyebut rasio penduduk Indonesia yang berpendidikan strata 2 (S2) dan strata 3 (S3) masih sangat rendah.
Penerima Beasiswa LPDP Melonjak Tajam, dari Biasanya 3.300 Orang Kini Tembus 15.000 Orang per Tahun
Terjadi peningkatan hampir 5 kali lipat dibandingkan sebelum pandemi untuk penerima beasiswa LPDP S2 dan S3 saja.
Bantu Dosen dan Tenaga Pendidik Kuliah ke Luar Negeri, Kemendikbud Ristek Luncurkan ONE APP
ONE APP nantinya bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para calon penerima Beasiswa BPI dan membantu dosen menemukan universitas punya kualitas tinggi.
Menko PMK: Dana Abadi Pendidikan Rp130 T, Naik Tiap Tahun
Muhadjir mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk mempunyai mimpi-mimpi besar
Rp150 Triliun Masih Mengendap, Pemerintah Berencana Hentikan Anggaran untuk Beasiswa LPDP
Dari jumlah itu, sebanyak Rp20 triliun diangarkan untuk dana beasiswa LPDP.
lpdp 10 bulan yang lalu
Arahan Jokowi, APBD Bisa Digunakan untuk Liga 3
Jokowi mendorong Kemendagri untuk merevisi peraturan agar APBD bisa digunakan untuk Liga 3.
Kolaborasi Industri dan Perguruan Tinggi Jadi Kunci Wujudkan SDM Unggul di Indonesia
Transformasi pendidikan tinggi selama empat tahun ini telah berlangsung dengan akseleratif dan mulai bisa dirasakan hasilnya.
SDM di Indonesia Masih Perlu Dibenahi di Era Ekonomi Digital
Pendidikan vokasi bisa menjawab tantangan ekonomi digital di Indonesia.
Jokowi Kaget Lulusan S2 dan S3 Indonesia Kalah dari Vietnam dan Malaysia
Jokowi bakal menggelontorkan anggaran agar populasi produktif S2 dan S3 di Indonesia bisa meningkat drastis.
KSP: Pemerintah Dorong Percepatan Kesejahteraan Guru
"1,6 juta guru belum sejahtera mendapatkan tunjangan sertifikasi. Ini yang akan didorong oleh pemerintah."